

KARANGASEM, KABARBALI.ID – Upaya pencarian intensif yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan membuahkan hasil. Pemuda asal Kabupaten Klungkung, I Kadek Agus Mahendra (21), yang dilaporkan hilang setelah terjatuh saat memancing di kawasan Pantai Bukit Asah, Desa Bugbug, Karangasem, ditemukan dalam keadaan meninggal dunia, Kamis (29/10/2026) pagi.
Koordinator Pos Pencarian dan Pertolongan Basarnas Karangasem, I Putu Handika Bhayangkara, mengonfirmasi penemuan korban yang ditemukan dalam posisi telungkup dan mengapung di perairan laut.
“Jenazah yang ditemukan hari ini, merupakan pemancing yang jatuh di Pantai Bukit Asah,” ujar I Putu Handika Bhayangkara saat dikonfirmasi, Kamis (29/10/2026).
Jasad korban ditemukan pada hari kelima operasi pencarian SAR Gabungan, berjarak kurang lebih 2 mil ke arah barat dari titik awal korban terjatuh, tepatnya di sekitar perairan sebelah selatan Pulau Biyaha, Desa Bugbug. Setelah berhasil dijangkau, jenazah langsung dievakuasi oleh petugas gabungan.
“Jenazah telah kami evakuasi. Sesuai permintaan keluarga, jenazah langsung dibawa ke RSUD Klungkung,” imbuhnya.
Peristiwa nahas tersebut bermula pada Minggu (25/10/2026) lalu. Sekitar pukul 09.30 WITA, korban bersama dua orang rekannya tengah asyik memancing di tebing kawasan Pantai Bukit Asah. Secara tiba-tiba, korban terpeleset dan jatuh ke laut lepas.
Rekan korban sempat berupaya memberikan pertolongan darurat dengan menjulurkan sebatang bambu ke arah korban. Namun, derasnya ombak laut membuat tubuh Mahendra dengan cepat terseret arus dan hilang dari pandangan.
Selama proses pencarian yang berlangsung lima hari, pihak keluarga tidak hanya mengandalkan jalur sekala melalui operasi pencarian darat, laut, hingga pengerahan helikopter oleh tim SAR, tetapi juga menempuh jalur niskala dengan melaksanakan berbagai ritual keagamaan di sekitar lokasi kejadian.
Dengan ditemukannya korban, operasi SAR gabungan resmi ditutup, dan jenazah kini telah diserahkan kepada pihak keluarga untuk disemayamkan serta dilanjutkan dengan prosesi pengabenan sesuai kepercayaan setempat. (Kaa-Kab).