Tuntaskan Sampah dari Dapur! Ribuan Warga Sempidi Kini Punya Mesin Komposter Sendiri

Wabup Badung Bagus Alit Sucipta serahkan 1.781 komposter dan mesin pencacah di Sempidi

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung terus memperkuat infrastruktur pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Wakil Bupati Badung, I Bagus Alit Sucipta, menyerahkan bantuan mesin pencacah sampah dan ribuan bag komposter kepada krama Desa Adat Sempidi di Wantilan Pura Desa, Jumat (8/5/2026).

Langkah ini merupakan bagian dari strategi besar Pemkab Badung untuk menuntaskan persoalan sampah langsung dari sumbernya, terutama di wilayah-wilayah penyangga pusat pemerintahan.

Satu Rumah Satu Komposter

Dalam kegiatan tersebut, Wabup Bagus Alit Sucipta menyerahkan sebanyak 1.781 unit bag komposter. Jumlah ini dialokasikan untuk seluruh kepala keluarga (KK) di Desa Adat Sempidi agar setiap rumah tangga dapat mengolah sampah organiknya secara mandiri.

Selain komposter, diserahkan pula bantuan CSR dari PT Anugrah (PT Wings) berupa satu unit mesin pencacah sampah berkapasitas tinggi. Mesin ini mampu mencacah lebih dari satu ton sampah per jam, atau diproyeksikan mampu mengolah hingga sembilan ton sampah per hari dengan durasi operasional delapan jam.

Sempidi Sebagai Pionir Pengelolaan Sampah

Wabup yang akrab disapa Gus Alit ini menegaskan bahwa Sempidi memiliki posisi strategis sebagai wajah dari Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung. Ia mengapresiasi inisiatif Desa Adat Sempidi yang telah membangun TPST 3R dan menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga.

“Pemerintah Kabupaten Badung tidak akan lepas tangan dalam penanganan sampah. Terobosan Desa Adat Sempidi sangat membantu meringankan beban pengolahan di TPST 3R Mengwitani,” ujar Wabup Alit Sucipta.

Target Operasional Alat RDF pada Juli Mendatang

Sebagai solusi jangka pendek, Gus Alit membocorkan rencana pemerintah untuk mendatangkan tiga unit alat Refuse Derived Fuel (RDF). Alat ini dijadwalkan tiba pada bulan Juli mendatang dan akan ditempatkan di TPST 3R Mengwi.

Teknologi RDF ini nantinya akan mengubah sampah organik menjadi bahan bakar alternatif. Namun, keberhasilan teknologi ini sangat bergantung pada kedisiplinan warga dalam memilah sampah.

“Kami mengharapkan partisipasi aktif masyarakat dalam melakukan pemilahan sampah secara rutin dari sumbernya, sehingga mesin RDF yang kami siapkan dapat bekerja optimal,” imbuhnya.

Bendesa Adat Sempidi, I Gusti Ngurah Martana, menyatakan kesiapan warganya untuk bersinergi. Pihaknya berkomitmen untuk mengawal penggunaan bantuan komposter ini agar pemilahan sampah di tingkat rumah tangga tidak hanya menjadi seremoni, melainkan budaya baru yang berkelanjutan. (Gus-Kab).

kabar Lainnya