BADUNG, KABARBALI.ID — Gubernur Bali, Wayan Koster, memberikan apresiasi tinggi atas suksesnya penyelenggaraan Bali & Beyond Travel Fair (BBTF) 2026. Ajang business-to-business (B2B) pariwisata terbesar di Indonesia ini dinilai semakin memperkuat posisi strategis Pulau Dewata sebagai lokomotif pariwisata unggulan dunia.
Dalam konferensi pers penutupan BBTF 2026 di The Westin Resort Nusa Dua, Badung, Sabtu (30/5/2026), Gubernur Koster menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Bali siap memberikan dukungan penuh untuk memperluas cakupan dan jangkauan pasar platform ini di tahun-tahun mendatang.
Dalam pemaparannya, Koster mengungkapkan bahwa performa pariwisata Bali pascapandemi terus menunjukkan tren pertumbuhan yang luar biasa dan mencetak sejarah baru.
• Rekor Kunjungan Wisman: Pada tahun 2019 sebelum pandemi, Bali menerima 6,2 juta wisatawan mancanegara (wisman). Namun pada tahun 2025, jumlah kunjungan wisman meroket tajam menjadi 7,05 juta orang melalui jalur udara—angka tertinggi sepanjang sejarah pariwisata Bali.
• Penyumbang Terbesar Negara: Dari total 15,3 juta kunjungan wisman ke Indonesia pada tahun 2025, Bali berkontribusi sebesar 45%.
• Kontribusi Devisa Magnitudo: Devisa langsung yang dihasilkan dari wisman di Bali mencapai lebih dari Rp17 triliun, dengan total roda perputaran ekonomi pariwisata di Bali menyentuh Rp176 triliun (berkontribusi 55% dari total perputaran ekonomi pariwisata nasional yang sebesar Rp320 triliun).
“Pulau Bali yang kecil ini memberikan kontribusi yang sangat besar bagi Indonesia. Angka-angka ini konkret dan menunjukkan bahwa Bali tetap menjadi lokomotif pariwisata nasional,” tegas Koster.
Guna mengimbangi lonjakan kunjungan tersebut, Koster memastikan Pemprov Bali bergerak cepat menyelesaikan masalah-masalah fundamental penunjang pariwisata berkualitas:
1. Pengolahan Sampah: Program transformasi pengolahan sampah menjadi energi listrik dijadwalkan mulai berjalan pada 8 Juli 2026, sedangkan proyek TPA regional Denpasar-Badung ditargetkan beroperasi penuh pada 2028.
2. Infrastruktur Jalan: Mempercepat pembangunan infrastruktur strategis pengurai kemacetan di kawasan Badung dengan sokongan penuh dari pusat dan DPR RI.
3. Kemandirian Energi Bersih: Mengarahkan Bali menuju pulau mandiri energi yang ramah lingkungan dan bebas dari ketergantungan energi fosil.
4. Penegakan Hukum Wisman: Mengintensifkan pengawasan berbasis Perda dan Pergub Pariwisata Budaya Bali lewat panduan do’s and don’ts, termasuk tindakan tegas deportasi bagi wisman yang melanggar hukum.
Terkait dampak konflik global di Timur Tengah, Koster menyebut pengaruhnya relatif minim. Meski kunjungan wisman periode 1-27 Mei 2026 terkoreksi tipis sekitar 7%, indikator makro ekonomi justru melonjak. Realisasi Pajak Hotel dan Restoran (PHR) Bali hingga Mei 2026 sukses menyentuh Rp2,89 triliun, naik signifikan dibanding periode yang sama tahun lalu sebesar Rp2,6 triliun.
Demi mendongkrak durasi tinggal (long stay) wisatawan, Pemprov Bali segera berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk membuka rute penerbangan langsung (direct flight) dari negara potensial seperti Rusia, Tiongkok, dan Australia.
Di sisi lain, kesuksesan luar biasa BBTF 2026 terpotret dari hadirnya 407 buyer dari 44 negara serta 286 seller dari berbagai penjuru tanah air, dengan total nilai transaksi mencengangkan mencapai Rp6,9 triliun.
Melihat potensi tersebut, Ketua Panitia BBTF 2026, I Putu Winastra, membocorkan rencana strategis untuk penyelenggaraan tahun depan yang dijadwalkan pada 9–11 Juni 2027. Pemprov Bali berencana menggandeng Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Nusa Tenggara Timur (NTT).
“Mungkin nanti skalanya meluas dan akan menjadi Bali and Nusra Travel Fair, kita masih mematangkan konsep itu. Kami sangat bangga dengan perolehan transaksi Rp6,9 triliun tahun ini dan berharap keberhasilan ini bisa jauh lebih baik lagi di tahun 2027,” tandas Winastra optimis. (Rls-Kab)