Wajah Baru Kuta 2026: Trotoar 4 Meter, Kabel Tanam, hingga Jalur Sepeda Listrik ke Canggu

Bupati Badung Adi Arnawa siapkan revitalisasi Kuta besar-besaran mulai 2026

BADUNG, KABARBALI.ID – Kawasan ikonik Kuta bersiap mengalami transformasi besar-besaran. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengumumkan rencana revitalisasi menyeluruh mulai tahun 2026 yang fokus pada estetika, kenyamanan pejalan kaki, dan modernisasi sistem transportasi berbasis ramah lingkungan.

Proyek ambisius ini bertujuan mengembalikan kejayaan Kuta sebagai magnet utama pariwisata dunia dengan wajah yang lebih bersih, hijau, dan modern.

Pedestrian Estetik dan Bebas Parkir Liar

Salah satu poin utama dalam penataan ini adalah pelebaran jalur pedestrian hingga mencapai 4 meter. Tidak hanya dilebarkan, trotoar di sepanjang ruas jalan utama Kuta akan dilengkapi dengan taman dan landscape hijau. Kabel-kabel utilitas yang selama ini semrawut juga akan dipindahkan ke bawah tanah demi menjaga estetika kawasan.

Untuk mengatasi kemacetan kronis, Bupati Adi Arnawa menegaskan akan memberlakukan kawasan bebas parkir di bahu jalan.

“Saya sudah perintahkan Pak Sekda untuk menyiapkan kantong-kantong parkir terpusat. Setelah itu baru kita berlakukan kawasan bebas parkir di sepanjang ruas jalan ini,” tegas Adi Arnawa, Jumat (8/5/2026).

Transportasi Publik Listrik dan Jalur Khusus

Sebagai solusi mobilitas bagi wisatawan, Pemkab Badung akan memperkenalkan sistem transportasi publik bertenaga listrik. Transportasi ini akan memiliki jalur khusus dengan penanda warna tertentu, sehingga meskipun kendaraan pribadi tidak boleh parkir di pinggir jalan, akses menuju berbagai titik tetap mudah dan nyaman.

Jalur Jogging 8 Meter Menembus Canggu

Di area pesisir, penanganan abrasi kini tengah dikebut dengan pembangunan breakwater hasil kolaborasi bersama pemerintah pusat. Pemkab Badung sendiri mengalokasikan dana fantastis sebesar Rp250 miliar untuk menuntaskan abrasi dari Tuban hingga Canggu.

Setelah area pantai kembali lebar, pemerintah akan membangun pedestrian pesisir raksasa dengan lebar sekitar 8 meter yang menghubungkan Tuban, Kuta, hingga Canggu. Jalur ini nantinya akan dibagi menjadi dua fungsi utama: jogging track dan jalur khusus sepeda listrik.

“Nantinya wisatawan maupun masyarakat dapat menikmati kawasan pesisir dengan sistem transportasi modern berbasis digital. Kita ingin mengembalikan Kuta sebagai ikon pariwisata, turisme, dan surfing yang menjadi kebanggaan Bali,” pungkas Adi Arnawa.

kabar Lainnya