NUSA PENIDA, KABARBALI.ID – Jagat maya dan masyarakat Kecamatan Nusa Penida sempat digegerkan oleh kabar hilangnya puluhan anak penyu (tukik) secara misterius di kawasan Konservasi Pantai Bias Muntig, Desa Ped, Klungkung.
Sempat memicu dugaan aksi pencurian satwa dilindungi dan dilaporkan ke pihak berwajib, puluhan tukik tersebut akhirnya berhasil ditemukan di lokasi yang sama sekali tidak terduga.
Dari total 102 ekor tukik yang sebelumnya terdata rapi di penangkaran, secara mengejutkan hanya tersisa 18 ekor saja pada Minggu (17/5/2026) pagi.
Khawatir terjadi aksi kriminalitas, pihak pengelola kawasan konservasi langsung melayangkan laporan resmi ke Mapolsek Nusa Penida. Merespons laporan unik sekaligus genting tersebut, Tim Jalak Nusa Polsek Nusa Penida langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan olah TKP dan penelusuran intensif.
Petugas bersama pengelola menyisir setiap sudut area penangkaran, termasuk memeriksa sistem pipa dan saluran pembuangan air kolam. Kecurigaan petugas menguat lantaran saat dicek pada pagi hari, keran pengisian air kolam masih dalam kondisi menyala dan air meluap.
Pencarian dramatis tersebut membuahkan hasil yang sangat mengejutkan. Setelah petugas memutuskan untuk membongkar saluran pembuangan akhir yang mengarah ke septic tank, sebanyak 84 ekor tukik yang sempat dinyatakan “hilang” ditemukan berdesakan di dalam sana.
Beruntung, meski sempat terjebak di saluran pembuangan, seluruh anak penyu tersebut ditemukan dalam kondisi utuh dan hidup sehat tanpa ada yang mati.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, S.H., membenarkan insiden menggelitik sekaligus melegakan tersebut.
Berdasarkan hasil klarifikasi dan olah data lapangan, peristiwa ini murni dipicu oleh faktor kelalaian manusia (human error), bukan karena aksi pencurian oleh sindikat satwa.
“Kondisi tukik terpantau masih lengkap sebanyak 102 ekor pada Sabtu sore (16/5/2026) dari pukul 15.30 WITA hingga pukul 20.00 WITA. Namun, karena keran air lupa dimatikan semalaman, air kolam meluap tinggi dan menyeret 84 ekor tukik masuk ke dalam lubang pembuangan hingga berakhir di septic tank,” terang Kompol Ketut Kesuma Jaya, Selasa (19/5/2026).
Atas laporan yang berakhir bahagia ini, Kapolsek Nusa Penida memberikan apresiasi tinggi kepada personel Tim Jalak Nusa yang bergerak taktis sehingga satwa dilindungi tersebut bisa dievakuasi dengan cepat dan selamat.
Kendati demikian, perwira melati satu di pundak ini mengingatkan pihak pengelola agar kejadian teledor seperti ini tidak terulang kembali di masa depan, mengingat penyu merupakan satwa langka yang kelestariannya sangat dilindungi dunia internasional.
Ia mengimbau netizen dan masyarakat luas untuk tidak menyebarkan spekulasi liar atau rumor negatif di media sosial sebelum fakta riil di lapangan diungkap secara transparan oleh pihak kepolisian.
Saat ini, 84 ekor tukik beruntung tersebut sudah dikembalikan ke kolam penangkaran utama untuk dirawat sebelum siap dilepasliarkan ke lautan lepas. (Sta-Kab)