570 Posyandu di Gianyar Gelar Layanan Serentak, Naik Kelas Melalui Transformasi 6 Bidang SPM

Peringati Hari Posyandu Nasional 2026, 570 Posyandu di Gianyar gelar pelayanan serentak 6 SPM

GIANYAR, KABARBALI.ID – Momentum Hari Posyandu Nasional Tahun 2026 menjadi tonggak sejarah baru bagi sistem pelayanan dasar di Kabupaten Gianyar. Tak lagi sekadar menjadi tempat menimbang popok balita atau imunisasi, Posyandu di Bumi Seni kini resmi bermutasi menjadi lembaga pelayanan terpadu multi-sektor yang menyentuh seluruh sendi kehidupan masyarakat.

Tercatat, sebanyak 570 kelompok Posyandu yang tersebar di 70 desa dan kelurahan se-Kabupaten Gianyar menggelar pelayanan serentak berskala makro pada Selasa (19/5/2026). Perhelatan akbar ini dipusatkan di Balai Banjar Bonjaka, Desa Sebatu, Kecamatan Tegallalang.

Aksi masif ini mengusung tema visioner: “Transformasi Posyandu 6 Standar Pelayanan Minimal, Mendekatkan Layanan, Meningkatkan Kualitas Hidup Masyarakat.”

Agenda ini dihadiri langsung oleh Sekretaris I Tim Pembina Posyandu Kabupaten Gianyar, Ny. Ida Ayu Diana Dewi Agung Mayun, beserta jajaran kepala perangkat daerah terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Gianyar.

Mewakili Bupati Gianyar, Asisten Administrasi Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, I Ketut Mudana, menegaskan bahwa reposisi peran ini merujuk pada Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu. Regulasi anyar tersebut menempatkan Posyandu sebagai lembaga kemasyarakatan desa (LKD) strategis untuk mendongkrak Standar Pelayanan Minimal (SPM) di daerah.

“Posyandu kini tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat pelayanan kesehatan dasar, namun telah berkembang menjadi platform pelayanan terpadu yang menjangkau berbagai kebutuhan masyarakat, khususnya kelompok rentan seperti balita, ibu hamil, lansia, dan keluarga kurang mampu,” urai I Ketut Mudana.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Gianyar, I Gede Daging, merinci ada tiga pilar transformasi utama pasca-berlakunya Permendagri. Ketiganya meliputi transformasi kelembagaan sebagai mitra desa, transformasi layanan terpadu 6 SPM, serta transformasi pembinaan struktural dari Pokjanal menjadi Tim Pembina Posyandu yang berjenjang.

Sinergi Lintas Sektor: Gandeng 23 Dokter Spesialis hingga Bagi Bibit Cabai

Konsep perpanjangan tangan 6 SPM ini langsung diaplikasikan nyata di lapangan. Dalam kegiatan di Desa Sebatu, Tim Pembina Posyandu menggandeng Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dengan menerjunkan sedikitnya 23 dokter spesialis—mulai dari spesialis anak, penyakit dalam, THT, hingga spesialis kandungan. Dinas Kesehatan juga menyediakan pemeriksaan mata gratis berkolaborasi dengan RS Bali Mandara.

Tak kalah agresif, berbagai dinas teknis ikut menyalurkan bantuan intervensi langsung, antara lain:

Dinas PMD: Menyerahkan bantuan susu formula khusus (PKMK) bagi balita berisiko.

Dinas Pertanian: Menyalurkan 100 polybag bibit cabai kepada kader untuk ketahanan pangan pekarangan.

Dinas Pendidikan: Membagikan komik edukasi 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Dinas Ketahanan Pangan: Mendistribusikan Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa nugget ikan nila kaya protein untuk lansia dan ibu hamil.

Dinas Lingkungan Hidup: Menyerahkan 10 unit tempat pemilahan sampah terintegrasi.

Dinas Sosial & Bank BPD Bali: Berkolaborasi menyalurkan paket sembako menyasar lansia terlantar dan keluarga prasejahtera.

“Kami mengoptimalkan keterlibatan seluruh unsur di desa untuk mempercepat implementasi 6 SPM ini. Kolaborasi lintas perangkat daerah dalam pelayanan serentak inilah kuncinya,” tegas I Gede Daging. (Tut-Kab)

kabar Lainnya