Gerakan “Badung Peduli Residu” Diluncurkan Melalui Inovasi Popok Kain

Nyonya Rasniathi Adi Arnawa secara resmi membuka Semarak Posyandu Kabupaten Badung Tahun 2026 di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/5).

BADUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Badung terus menelurkan inovasi segar guna menuntaskan sengkarut pengelolaan sampah dari hulu. Kali ini, lini pelayanan kesehatan berbasis masyarakat terkecil, yakni Posyandu, didorong menjadi lokomotif utama penggerak gaya hidup minim sampah harian rumah tangga.

Langkah taktis ini ditandai dengan dibukanya Semarak Posyandu Kabupaten Badung Tahun 2026 oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Kabupaten Badung, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa, di Banjar Kembangsari, Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Selasa (19/5/2026).

Menariknya, agenda tahunan ini dirangkaikan dengan peluncuran proyek lingkungan hidup strategis bertajuk “Gerakan Badung Peduli Residu” yang diresmikan secara filosofis lewat pemukulan instrumen kulkul.

Aksi kolaboratif ini dikawal langsung oleh jajaran pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) strategis, di antaranya Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD), Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Kabag Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokompim), Plt. Camat Abiansemal, Perbekel Desa Blahkiuh, pendiri produk popok kain lokal Bumbi, serta para kader Posyandu sewilayah setempat.

Aksi Nyata: Tebar Popok-Pembalut Kain hingga Bibit Cabai

Sebagai tonggak dimulainya gerakan lingkungan ini, acara diisi dengan penyerahan stimulus berupa paket produk sanitasi ramah lingkungan yang diproduksi oleh Bumbi. Bantuan popok kain diserahkan secara simbolis kepada empat perwakilan keluarga yang memiliki balita, sedangkan produk pembalut kain yang bisa dicuci ulang dibagikan kepada lima perwakilan remaja putri.

Tak hanya fokus pada isu sampah siber pribadi, para kader Posyandu Banjar Kembangsari juga disuntik stimulus ketahanan pangan mandiri berupa bantuan bibit tanaman cabai untuk dioptimalkan di pekarangan rumah masing-masing.

Seusai memantau jalannya Posyandu, Nyonya Rasniathi Adi Arnawa menjabarkan bahwa integrasi antara sektor kesehatan publik dan tata kelola kelestarian lingkungan menjadi urgensi utama di balik peleburan dua agenda besar ini.

“Kami menghadirkan inovasi berupa popok dan pembalut kain yang bisa dipakai ulang, dicuci, dan digunakan kembali. Ini adalah langkah konkret dan solusi jangka panjang dalam rangka menekan laju pertumbuhan sampah residu di Kabupaten Badung, khususnya yang bersumber dari kebersihan pribadi harian rumah tangga. Penggunaan barang ramah lingkungan seperti ini sangat membantu menjaga keasrian lingkungan kita,” tegasnya.

Lewat injeksi program terpadu ini, Pemkab Badung menargetkan reorientasi fungsi Posyandu. Ke depan, Posyandu tidak hanya sekadar menjadi episentrum pemeriksaan kesehatan ibu dan anak, melainkan naik kelas menjadi garda terdepan mengedukasi masyarakat luas untuk mengadopsi budaya zero waste yang dimulai dari klaster keluarga terkecil. (Gus-Kab)

kabar Lainnya