Wabup Klungkung Sentil Pengelola Desa Wisata untuk Mandiri Cari Pasar

Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, saat berdiskusi akrab menerima audiensi pengurus Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Klungkung di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, mendorong jajaran pengelola desa wisata di Gumi Serombotan untuk terus berinovasi dan membangun kemandirian tata kelola.

Hal tersebut ditegaskannya saat menerima audiensi dari jajaran pengurus Forum Komunikasi Desa Wisata (Forkomdewi) Kabupaten Klungkung di ruang kerjanya, Rabu (20/5/2026).

Pertemuan strategis tersebut menjadi ruang diskusi interaktif yang membahas reposisi kepengurusan organisasi, pemantapan program kerja jangka panjang, hingga persiapan menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Forkomdewi yang jatuh pada tanggal 29 Mei mendatang.

Dalam arahannya, Wabup Tjok Surya Putra menggarisbawahi bahwa kekuatan utama pariwisata Klungkung terletak pada konsep keberlanjutan.

Gaet Yowana untuk Gempur Promosi Kreatif di Jagat Maya

Guna menjawab tantangan era modern, orang nomor dua di Klungkung ini meminta Forkomdewi untuk tidak berjalan sendiri. Ia mendorong keterlibatan aktif generasi muda atau yowana di masing-masing desa untuk mengambil peran sentral dalam garda depan pemasaran.

“Generasi muda atau yowana kita memiliki kreativitas yang luar biasa. Forkomdewi harus mampu merangkul mereka untuk terlibat aktif dalam mempromosikan potensi desa wisata masing-masing melalui pemanfaatan media sosial dan produksi konten kreatif digital yang menarik,” ujar Wabup Tjok Surya Putra.

Sentil Kemandirian Pengelolaan, Pemerintah Berperan Jadi Fasilitator

Lebih lanjut, Wabup Tjok Surya Putra juga melemparkan pandangan kritis terkait pola pikir pengelolaan pariwisata berbasis masyarakat. Ia menegaskan, pengelola desa wisata sudah saatnya membangun kemandirian finansial maupun manajerial dalam menentukan segmentasi pasar mereka secara spesifik, tanpa harus terus-menerus bergantung pada kucuran program atau anggaran pemerintah.

Menurutnya, dalam ekosistem pariwisata modern, pemerintah daerah memosisikan diri sebagai regulator dan fasilitator yang mendukung penuh lewat regulasi ataupun pembangunan infrastruktur makro penunjang.

“Desa wisata perlu membangun kemandirian dalam menentukan segmen pasar dan pengelolaannya, tanpa terus bergantung pada pemerintah. Sinergi dan kolaborasi segitiga emas antar-pengelola desa wisata, pemerintah desa dinas, serta prajuru desa adat sangat penting guna menciptakan pengelolaan yang berkelanjutan dan mampu memperkuat ekonomi lokal secara riil,” tegasnya.

Di akhir audiensi, Wabup Tjok Surya Putra menyampaikan apresiasi tinggi atas semangat keswadayaan dan inisiatif mandiri yang selama ini ditunjukkan Forkomdewi Klungkung dalam menyokong denyut nadi pariwisata berbasis kerakyatan di Kabupaten Klungkung. (Sta-Kab)

kabar Lainnya