KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Jantung Kota Semarapura mendadak riuh oleh suara gemuruh kicauan burung. Penjabat Bupati Klungkung, I Made Satria, secara resmi membuka gelaran bergengsi Lomba Burung Berkicau Piala Bupati Cup Klungkung 2026. Ajang pemersatu para penghobi burung ini berlangsung meriah di Alun-alun Ida Dewa Agung Jambe, Klungkung, pada Minggu (12/7/2026).
Pemerintah Kabupaten Klungkung memberikan apresiasi tinggi terhadap inisiatif positif yang digagas oleh komunitas ini. Menurut Bupati I Made Satria, kegiatan berbasis hobi dan komunitas seperti kelompok kicau mania ini memiliki dampak nyata serta relevansi yang kuat terhadap dua sektor strategis sekaligus, yakni pelestarian lingkungan hidup dan penguatan ekonomi mikro di Kabupaten Klungkung.
“Dengan memelihara dan melombakan burung, kita secara tidak langsung ikut menjaga kelestarian satwa melalui jalur penangkaran yang legal. Di sisi lain, ekosistem hobi ini sangat membantu UMKM kita untuk berkembang pesat. Ada perputaran roda ekonomi yang nyata di lapangan bagi para pedagang pakan, penangkar, perajin sangkar, hingga penyedia kroto (telur semut),” jelas Bupati Satria di hadapan ratusan peserta yang memadati arena.
Melihat besarnya potensi massa dan dampak ekonomi yang ditimbulkan, Bupati Satria berharap dinas terkait bersama pihak panitia dapat menyusun perencanaan yang lebih matang untuk pelaksanaan ke depan. Dirinya menargetkan agar ajang Bupati Cup ini dapat dimasukkan ke dalam kalender wisata resmi daerah (event pariwisata) serta dipromosikan secara masif melalui media sosial guna menarik kunjungan wisatawan luar daerah maupun mancanegara.
Sementara itu, Ketua Panitia Pelaksana, I Komang Agus Darma Suyasa, melaporkan bahwa agenda ini merupakan kerja sama kolaboratif antara Gantangan Sari Karya (GSK) dengan komunitas Guyub Rukun GBKK (Gianyar, Bangli, Klungkung, Karangasem). Ajang kompetisi tahun ini sukses menyedot perhatian sedikitnya 600 peserta yang datang dari berbagai daerah di Bali hingga luar pulau seperti Pulau Jawa.
Dalam edisi Bupati Cup 2026 ini, terdapat tujuh kategori jenis burung populer yang dilombakan di arena, yakni kelas Kenari, Murai Batu, Murai Pistol, Cendet, Cucak Hijau, Pleci, dan Anis Merah. Seluruh jalannya lomba memanfaatkan total 36 gantangan arena yang disiapkan secara terstruktur oleh panitia demi menjaga objektivitas penilaian tim juri.
Sebagai tanda dibukanya kompetisi secara resmi, acara diawali dengan prosesi pelepasan burung merpati ke udara oleh Bupati I Made Satria bersama jajaran panitia dan tim juri sebagai simbol komitmen lestarinya alam bumi Klungkung. Turut hadir menyaksikan kemeriahan acara tersebut unsur Forkopimda Kabupaten Klungkung, perwakilan pihak sponsor, tokoh masyarakat, serta undangan terkait lainnya. (Sta-Kab).