Misteri Pembunuhan Pedagang Lawar Desa Negari: Polisi Periksa Rekaman CCTV Rumah dan Warung Milik Man Colik

Adik dan istri Pak Man Colik saat percikkan tirta ke jenasah korban yang di titip di pemulasaran RSUD Klungkung. foto/ist

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Misteri di balik kematian tragis warga Desa Negari, Banjarangan, I Nyoman Cita (40), hingga kini masih menjadi teka-teki besar bagi aparat kepolisian.

Guna mengungkap tabir kasus pembunuhan sadis ini, jajaran Satreskrim Polres Klungkung terus bergerak maraton mencari petunjuk baru, termasuk menyisir rekaman kamera pengawas (CCTV) milik korban.

Hingga Senin (13/7/2026), aparat tidak hanya memeriksa CCTV yang terpasang di sekitar tempat kejadian perkara (TKP) penemuan jasad korban. Petugas juga resmi memeriksa memori kamera pengawas di rumah pribadi serta warung lawar godel milik pria yang akrab disapa Man Colik tersebut.

Kasi Humas Polres Klungkung, Iptu I Dewa Nyoman Alit Purnawibawa, saat dikonfirmasi Senin (13/7/2026), membenarkan bahwa tim penyidik telah menyambangi kediaman pribadi keluarga korban guna mengumpulkan bukti-bukti digital dan petunjuk lapangan.

“Benar, aparat kepolisian sudah ke rumah pribadi korban. Di sana petugas melakukan pemeriksaan untuk mencari petunjuk tambahan yang bisa mengarah pada titik terang kasus ini,” ujar Iptu Dewa  Alit.

Berdasarkan pantauan di lapangan pada Minggu (12/7/2026) siang, kediaman berlantai dua milik keluarga kecil I Nyoman Cita di Desa Negari tampak lengang. Warga sekitar menuturkan bahwa rumah tersebut kini sepi dan hanya ditempati oleh istri dan anak mendiang korban pada malam hari saja.

“Keluarganya saat ini masih sibuk berada di rumah tua untuk mempersiapkan upacara ngaben,” ungkap salah seorang warga di sekitar lokasi.

Kondisi serupa juga terlihat di warung lawar godel terkenal milik korban yang berada di jalur Bypass Ida Bagus Mantra wilayah Desa Negari. Warung yang biasanya ramai pembeli itu kini tutup rapat, hanya menyisakan seekor anjing peliharaan yang berjaga di pelataran warung.

Putra kandung Nyoman Cita, I Gede Rangga Winata (17), membenarkan jika pihak berwajib telah memeriksa properti milik ayahnya. Petugas memeriksa secara detail titik-titik kamera pengawas yang aktif sebelum peristiwa berdarah itu terjadi.

“Polisi sudah sempat datang ke rumah dan ke warung untuk mengecek rekaman CCTV. Di rumah kami ada dua titik CCTV yang diperiksa, sedangkan di warung lawar ada satu CCTV,” jelas Rangga.

Meski demikian, Rangga mengaku belum mengetahui perkembangan signifikan dari hasil analisis rekaman video tersebut oleh pihak kepolisian. Sebagai anak tertua, ia menaruh harapan besar agar dalang di balik kematian ayahnya bisa segera diringkus.

“Kalau untuk hasil penyelidikannya dari CCTV itu saya belum tahu. Tapi harapan kami tentu saja semoga polisi bisa segera menangkap pelakunya,” tutur Rangga penuh harap.

Saat ini, jenazah I Nyoman Cita masih dititipkan di instalasi pemulasaraan jenazah RSUD Klungkung. Pihak keluarga besar menjadwalkan prosesi upacara pengabenan bagi mendiang Man Colik pada Jumat (24/7/2026) mendatang.

Kasus dugaan pembunuhan berencana terhadap pedagang lawar godel ini menjadi atensi serius publik di Klungkung. Nyoman Cita sebelumnya ditemukan tewas mengenaskan dalam kondisi telungkup dan tanpa busana di aliran Sungai Bubuh pada Kamis (2/7/2026) pagi lalu.

Berdasarkan hasil autopsi resmi dari Tim Forensik RSUP Prof. Ngoerah Denpasar, ditemukan empat luka terbuka akibat hantaman senjata tajam di tubuh korban. Luka tersebut meliputi satu tusukan di punggung kanan, dua tusukan di punggung kiri, serta satu luka tusuk di perut bagian depan, ditambah adanya luka memar di leher. Korban diduga kuat juga menjadi korban perampokan karena kalung emas seberat 70 gram yang biasa melingkar di lehernya dilaporkan raib dari lokasi kejadian. (Sta-Kab).

kabar Lainnya