DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Provinsi Bali untuk Rabu (15/7/2026).
Sebagian besar wilayah di Pulau Dewata diprediksi akan didominasi oleh cuaca cerah hingga cerah berawan, menjadikannya sangat mendukung untuk aktivitas pariwisata maupun mobilitas luar ruangan di pertengahan pekan ini.
Berdasarkan rilis resmi BMKG, Kota Denpasar diproyeksikan mengalami cuaca cerah dengan suhu udara tertinggi mencapai 32 °C dan kelembapan berkisar antara 66–95 persen. Kondisi cerah juga diperkirakan merata di beberapa wilayah lain seperti Kabupaten Jembrana, Tabanan, Gianyar, dan Buleleng dengan suhu maksimal rata-rata berada di angka 30 °C.
Sementara itu, wilayah Kabupaten Klungkung diprediksi akan mengalami kondisi cerah berawan sepanjang hari. Sebaliknya, wilayah Kabupaten Badung, Karangasem, dan Bangli diperkirakan akan diselimuti cuaca berawan dengan suhu udara di dataran tinggi Bangli berkisar antara 21–29 °C.
Meski kondisi cuaca di daratan cenderung stabil dan bersahabat, BMKG tetap mengeluarkan imbauan kepada para nelayan, pelaku wisata bahari, serta pengguna jasa transportasi laut untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan Bali.
“Pola angin permukaan di Perairan Utara dan Selatan Bali umumnya bertiup dari arah Timur – Tenggara dengan kecepatan berkisar antara 4 hingga 25 knot. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin ini,” tulis BMKG, Rabu (15/7/2026).
Peningkatan kecepatan angin tersebut berdampak langsung pada kondisi gelombang laut di sekitar Bali yang masuk dalam kategori Sedang, dengan estimasi ketinggian berkisar antara 1,25 hingga 2,5 meter. Peringatan dini gelombang ini berlaku hingga Jumat, 17 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.
Adapun beberapa jalur penyeberangan dan perairan yang rawan terdampak gelombang sedang ini meliputi Selat Badung, Selat Bali Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, serta Selat Lombok Bagian Selatan. Pengguna rute penyeberangan cepat (fast boat) menuju Kepulauan Nusa Penida dan Nusa Lembongan diimbau untuk tetap memantau perkembangan navigasi demi keselamatan pelayaran. (Pur-Kab).