Ala-Ayuning Dewasa Bali 16 Juli 2026: Baik untuk Penyucian Diri dan Meditasi, Hindari Pindah Rumah dan Pernikahan

Dewasa ayu melukat

DENPASAR, KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, memperhitungkan penanggalan ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) merupakan bagian penting sebelum memulai suatu aktivitas. Berdasarkan perhitungan Kalender Bali pada Kamis, 16 Juli 2026, hari ini dinilai sangat baik untuk melakukan kegiatan spiritual dan penyucian diri, namun memiliki pantangan ketat untuk urusan penting dan perkawinan.

Perhitungan hari ini dipengaruhi oleh Pararasan: Aras Kembang, Pancasuda: Tunggak Semi, Ekajalaresi: Tininggalin Suka, serta Pratiti: Tresna.

Dari sisi spiritual dan kerohanian, hari ini dinaungi oleh Amerta Danta, Dina Mandi, dan Tutur Mandi. Kombinasi ini menjadikannya waktu yang sangat ideal untuk melaksanakan tapa, brata, yoga, semadi, serta upacara penyucian diri. Hari ini juga sangat baik digunakan untuk memberikan petuah, nasihat, atau mendalami hal-hal yang bersifat gaib (kedyatmikan).

Bagi yang ingin mengasah keterampilan, hari ini masuk dalam Dina Jaya. Unsur ini diyakini membawa aura keunggulan, sehingga sangat baik dimanfaatkan untuk mulai belajar menari atau menuntut ilmu pengetahuan lainnya. Selain itu, aspek Banyu Urug dan Kala Katemu juga memberikan tanda baik bagi masyarakat yang ingin membuat bendungan, menangkap ikan, berburu, hingga mengadakan pertemuan tatap muka.

Meski demikian, masyarakat diimbau untuk memperhatikan beberapa pantangan penting. Hari ini dinaungi oleh Uncal Balung dan Kala Dangu, yang berarti tidak baik untuk memulai suatu pekerjaan baru yang dianggap penting, pindah tempat tinggal, maupun melakukan perjalanan jauh. Ada pula aspek Naga Naut yang tidak menyarankan hari ini untuk pelaksanaan dewasa ayu secara umum.

Aktivitas berbasis agraris juga mendapatkan catatan kurang baik lewat unsur Babi Munggah dan Geni Rawana, sehingga tidak disarankan untuk bercocok tanam. Khusus Geni Rawana, meski baik untuk pekerjaan yang melibatkan api, unsur ini melarang aktivitas mengatapi rumah dan menggelar upacara melaspas.

Bagi umat yang sedang merencanakan hari bahagia, hari ini dipengaruhi oleh Rangda Tiga. Aspek alahing dewasa ini menegaskan larangan kuat untuk melaksanakan upacara pawiwahan atau pernikahan.

Secara garis besar, masyarakat disarankan untuk lebih memfokuskan aktivitas hari ini pada pembersihan diri secara rohani serta menyelesaikan pekerjaan rutin yang sudah berjalan, ketimbang memulai langkah-langkah besar atau proyek baru. (Kab).

kabar Lainnya