Cairkan BKK Rp 1,4 Miliar di Subak Sulangai! Bupati Adi Arnawa dan Wagub Giri Prasta Tangkil Nodya Karya di Petang

Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa didampingi Wagub Bali I Nyoman Giri Prasta saat menyerahkan secara simbolis BKK Fisik Rp 1,4 Miliar kepada Pekaseh Subak Sulangai I Wayan Yudana dalam rangkaian Karya di Pura Dugul Subak Sulangai, Petang, Badung, Minggu (25/10/2026). (Foto: Dok. Prokompim Pemkab Badung / kabarbali.id)

BADUNG, KABARBALI.ID – Bertepatan dengan rintihan Hari Suci Purnama Kelima, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa mendampingi Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menghadiri (nodya) rangkaian upacara keagamaan di dua tempat suci terkemuka di Kecamatan Petang, Badung, Minggu (25/10/2026).

Kehadiran jajaran pimpinan daerah tersebut menjadi cerminan komitmen berkelanjutan pemerintah dalam membentengi kelestarian adat, tradisi, serta kehidupan spiritualitas krama Bali.

Lokasi pertama yang dikunjungi rombongan adalah Pura Dugul Subak Sulangai, Desa Sulangai, Petang. Rombongan nodya pada puncak karya Pujawali, Melaspas, Mendem Pedagingan, Ngenteg Linggih, dan Tawur Rsi Gana.

Pada kesempatan sakral tersebut, Bupati Adi Arnawa menyerahkan secara simbolis Bantuan Keuangan Khusus (BKK) Fisik Pemkab Badung senilai Rp 1,4 Miliar kepada Pekaseh Subak Sulangai, I Wayan Yudana, guna menunjang keberlangsungan prasarana pura dan pertanian warga.

Usai dari Sulangai, rombongan bertolak menuju situs suci Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu, Desa Pelaga, Petang. Di lokasi ini, Bupati Badung bersama Wagub Bali khusyuk mendampingi prosesi Piodalan Nyatur Rebah Mejaba Jero, Mepadudusan Alit berdasarkan Caru Manca Mustika.

Giri Prasta: Menjaga Kelestarian Alam untuk Anak Cucu

Dalam sembrama wacana-nya, Wakil Gubernur Bali I Nyoman Giri Prasta menyampaikan bahwa momentum Hari Suci Purnama Kelima merupakan waktu krusial untuk memohon kerahayuan serta kesejahteraan krama Bali.

Giri Prasta menekankan bahwa Pura Sad Kahyangan Pucak Mangu dan Pura Dugul memegang peranan besar dalam kosmologi spiritual Bali serta keajekan sistem pertanian tradisional subak.

“Upacara ini merupakan bagian penting dari pelaksanaan yadnya sekaligus momentum bagi krama untuk meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Hyang Widhi Wasa. Marilah bersama-sama menjaga kelestarian alam kita untuk anak cucu nanti,” kata Wagub Giri Prasta.

Landasan Tri Hita Karana dalam Pembangunan Badung

Sementara itu, Bupati Badung Wayan Adi Arnawa menegaskan bahwa Pemkab Badung terus berkomitmen mengawal keberlangsungan agama, adat, dan kebudayaan Bali sebagai pilar utama identitas daerah.

“Nilai-nilai kebersamaan, gotong royong, serta keharmonisan antara manusia, alam, dan Sang Pencipta (Tri Hita Karana) diharapkan terus menjadi landasan kehidupan masyarakat. Hal ini sejalan dengan upaya menjaga warisan leluhur agar tetap lestari dan dapat diwariskan kepada generasi mendatang,” jelas Bupati Adi Arnawa.

Persembahyangan bersama ini turut dihadiri Anggota DPRD Badung I Gusti Lanang Umbara, pimpinan OPD Pemkab Badung, Camat Petang AA. Ngurah Darma Putra, Penglingsir Puri Ageng Mengwi Ida Cokorda Mengwi XIII, Perbekel Sulangai I Nyoman Sunarta, Perbekel Pelaga I Made Ordin, serta Bendesa Adat setempat. (Gus-Kab).

kabar Lainnya