

BADUNG, KABARBALI.ID – Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, bersama Wakil Bupati yang juga menjabat Ketua FKUB Badung, Bagus Alit Sucipta, secara resmi membuka gelaran Lokasabha XI Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Kabupaten Badung.
Perhelatan lima tahunan yang mengusung tema “Meningkatkan Profesionalisme Pengurus Parisada demi Dharma Agama dan Dharma Negara” tersebut ditandai dengan pemukulan gong di Ruang Kertha Gosana, Pusat Pemerintahan (Puspem) Badung, Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Bupati Wayan Adi Arnawa menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya Lokasabha XI sebagai momentum strategis dinamika organisasi serta penyegaran kepengurusan lembaga keumatan di Kabupaten Badung.
“Saya berharap Lokasabha tidak hanya dimaknai sebagai forum pemilihan pengurus baru, tetapi juga menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan evaluasi terhadap program kerja yang telah dilaksanakan. Program yang sudah berjalan dengan baik agar dipertahankan, sedangkan yang masih perlu penyempurnaan hendaknya ditingkatkan dan disesuaikan dengan kebutuhan umat,” ujar Bupati Adi Arnawa.
Bupati Adi Arnawa menegaskan bahwa PHDI memegang peranan kunci sebagai perekat persatuan umat Hindu untuk membangun kesamaan pola pikir agar tetap solid di tengah arus perubahan zaman.
Sebagai lembaga keumatan tertinggi, PHDI dituntut peka, tanggap, serta hadir memberikan solusi bijak dan menyejukkan atas setiap persoalan keagamaan maupun kemasyarakatan yang muncul.
“Ketika ada persoalan yang menyangkut umat, PHDI harus hadir dan tanggap. Berikan pemahaman serta masukan yang benar sehingga persoalan dapat diselesaikan dengan baik. Jangan sampai ada tindakan diskriminatif yang justru dapat mengganggu kerukunan dan keharmonisan di tengah masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, Sekretaris PHDI Badung, I Wayan Sukarya, menjelaskan bahwa Lokasabha XI menjadi wadah evaluasi kepengurusan masa bakti 2021–2026 sekaligus merumuskan arah kebijakan keumatan ke depan.
Pokok pikiran yang menjadi prioritas utama mencakup persiapan pelaksanaan karya agung Panca Wali Krama serta penguatan program keumatan melalui metode Focus Group Discussion (FGD) dan simakrama.
“Fokus pembahasan ke depan diarahkan pada pengembangan pendidikan berbasis Hindu, pelestarian keberadaan pura subak dan pura kelompok masyarakat, hingga pendalaman kitab suci,” ungkap Sukarya seraya menyampaikan terima kasih atas dukungan pendanaan hibah dari Pemkab Badung.
Acara pembukaan Lokasabha XI turut dihadiri Ida Dharma Upapathi PHDI Badung beserta para pandita, unsur Forkopimda Badung, Kepala Kantor Kemenag Badung, Ketua PHDI kabupaten/kota se-Bali, Bendesa Madya MDA Badung, Ketua WHDI Badung Putu Yunita Oktarini, serta pimpinan OPD terkait. (Gus-Kab).