Banyak Siswa Ingin Kerja ke Jepang, DPRD Bali Siap Solusi Masalah Lahan SMKN 3 Bangli

Ketua Komisi IV DPRD Provinsi Bali I Nyoman Suwirta saat berdialog dengan jajaran guru dan siswa dalam kunjungan kerja di SMKN 3 Bangli, Jumat (11/9/2026). (Foto: Dok. pribadi / kabarbali.id)

BANGLI, KABARBALI.ID Rombongan Komisi IV DPRD Provinsi Bali yang dipimpin langsung oleh Ketua Komisi, I Nyoman Suwirta, mengunjungi ke SMK Negeri 3 Bangli, Jumat (11/9/2026) lalu.

Kunjungan tersebut bertujuan untuk memetakan kondisi riil sarana, prasarana, serta proses pembelajaran di sekolah kejuruan daerah.

 Suwirta mengatakan, dalam peninjauan tersebut, Komisi IV menemukan sejumlah persoalan mendasar yang memicu menurunnya daya tarik sekolah di mata calon siswa baru.

“Salah satu kendala utama adalah terbatasnya konsentrasi keahlian yang hanya membuka dua program, yakni Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO) serta Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi (TJKT),” ujarnya.

Selain itu, terbatasnya lahan membuat lokasi pembelajaran teori dan ruang praktik siswa terpisah secara fisik.

Kondisi lahan yang tergolong sempit ini menyulitkan pihak sekolah untuk melakukan pengembangan fasilitas penunjang pembelajaran.

“Ini penyebab jumlah siswa yang mendaftar ke SMKN 3 Bangli terus mengalami penurunan dari tahun ke tahun,” tegasnya.

“Lahan yang sangat sempit dan tempat praktik yang terpisah dengan kelas teori turut berdampak pada kurangnya minat masyarakat untuk menyekolahkan anaknya di sini. Hal-hal seperti ini yang membuat jumlah penerimaan siswa baru terus berkurang,” ungkap Bupati Klungkung dua periode (2013-2023) ini.

Tinggi Minat Jadi PMI ke Jepang 

Di samping kendala fasilitas, Komisi IV DPRD Bali juga mencatat potensi besar yang dimiliki para siswa.

Dari hasil dialog langsung dengan sejumlah murid jurusan TJKT, mayoritas dari mereka mengaku berkeinginan kuat untuk bekerja di luar negeri sebagai Pekerja Migran Indonesia (PMI), khususnya ke Jepang, mengikuti jejak para alumni.

Sementara di sektor keahlian, program otomotif tercatat menjadi keunggulan utama sekolah saat ini.

Menanggapi temuan lapangan ini, Nyoman Suwirta membeberkan beberapa opsi solusi strategis. Pihaknya akan mendorong opsi perluasan lahan melalui mekanisme tukar guling agar lokasi teori dan praktik siswa dapat terintegrasi dalam satu kawasan.

Selain itu, DPRD Bali mendorong pembukaan jurusan baru di bidang Pariwisata yang disokong oleh penambahan sarana prasarana serta SDM pengajar yang kompeten.

“Kami juga menyarankan agar tampilan depan sekolah ditata ulang dengan menonjolkan keunggulan keahlian otomotif, salah satunya dengan menggandeng dealer atau brand kendaraan terkemuka. Pendidikan karakter dan motivasi bagi SDM di sekolah juga harus terus diperkuat,” jelas mantan Bupati Klungkung tersebut.

Akan Dibawa ke Rapat Kerja Bersama Disdikpora Bali

Seluruh hasil temuan lapangan di SMKN 3 Bangli ini dipastikan akan dibahas lebih mendalam dalam Rapat Kerja (Raker) mendatang bersama Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disdikpora) Provinsi Bali.

“Hasil temuan ini akan segera kami tindak lanjuti dalam rapat kerja bersama Disdikpora Provinsi Bali. Astungkara, dengan evaluasi dan perbaikan bersama, SMK Negeri 3 Bangli kedepan bisa semakin baik dan diminati. Jangan pernah lelah untuk berproses,” tegas Suwirta. (Kab/Red).

kabar Lainnya