

BADUNG, KABARBALI. ID – Peristiwa tragis menimpa seorang warga negara asing (WNA) asal Belanda berinisial MJR (60). Pria lanjut usia tersebut ditemukan meninggal dunia setelah diduga melompat dari lantai lima area Hotel Renaissance Bali Uluwatu, Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
Peristiwa yang gempar tersebut diperkirakan terjadi pada Sabtu (12/9/2026) malam sekitar pukul 22.14 WITA.
Kasi Humas Polresta Denpasar, Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, membenarkan adanya laporan kejadian mengenai temuan WNA yang tergeletak di jalan dalam kompleks perhotelan tersebut.
“Petugas medis dari RS BIMC Nusa Dua yang tiba di lokasi langsung melakukan pemeriksaan terhadap korban, namun dinyatakan sudah meninggal dunia,” ungkap Iptu I Gede Adi Saputra Jaya, Selasa (15/9/2026).
Berdasarkan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) serta analisis rekaman kamera pengawas (CCTV) oleh Tim Identifikasi Polresta Denpasar, kronologi kejadian bermula sekitar pukul 22.10 WITA.
Dalam rekaman video CCTV, korban terlihat berjalan menuju sudut pagar pembatas selasar di lantai lima. Korban kemudian menaikkan tirai, melangkahi pagar pembatas, dan berdiri di bagian tembok luar sebelum akhirnya melompat ke bawah dari ketinggian kurang lebih 14 meter.
Seorang saksi staf hotel, I Nengah Arta Wijaya (31), mengaku menerima informasi pertama kali dari saksi tamu restoran pada pukul 22.18 WITA yang melihat seseorang tergeletak di akses jalan dalam hotel.
“Setelah menerima informasi, saksi melihat dari lantai atas dan mengonfirmasi keberadaan korban yang tergeletak di bawah, sebelum akhirnya dilaporkan ke pihak kepolisian dan ambulans,” jelas Humas Polresta Denpasar.
Akibat jatuh dari ketinggian tersebut, korban mengalami luka lecet serius di bagian perut kanan, luka terbuka pada siku kanan, serta patah tulang pada pergelangan tangan kanan.
Pihak kepolisian mengungkapkan fakta lain berdasarkan keterangan pihak manajemen hotel. Korban MJR diketahui telah menginap (stay) di Hotel Renaissance Bali Uluwatu sejak tanggal 16 Agustus 2026.
Selama hampir satu bulan menginap, pihak manajemen hotel disebut telah berulang kali menyampaikan tagihan biaya administrasi dan akomodasi. Namun, hingga peristiwa naas ini terjadi, korban belum memberikan atau melakukan pembayaran sama sekali.
Saat ini jenazah korban telah dievakuasi, dan penanganan perkara ditangani oleh jajaran Polresta Denpasar serta Polsek Kuta Selatan untuk berkoordinasi lebih lanjut dengan pihak Konsulat Kedutaan Besar Belanda. (Irw-Kab).