BADUNG, KABARBALI.ID – Impian masa kecil yang dipupuk dari balik layar televisi kini menjelma menjadi kenyataan yang membanggakan. I Made Dwi Sathya Kurniawan (16), remaja asal Sempidi, Kabupaten Badung, sukses mencetak sejarah setelah secara resmi diumumkan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) lolos sebagai calon Paskibraka nasional tahun 2026.
Pemuda kelahiran Badung, 8 Januari 2010 ini akan mengemban tugas negara yang sangat terhormat, yaitu menjadi bagian dari pasukan pengibar bendera pusaka dalam upacara Hari Ulang Tahun (HUT) Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-81 di Istana Negara, Jakarta.
Perjalanan mengesankan siswa kelas 1 SMAN 1 Kuta Utara ini bermula dari ketertarikannya sejak duduk di bangku SMP. Saat itu, ia kerap terpaku menyaksikan ketegapan dan kedisiplinan anggota Paskibraka nasional melalui siaran televisi. Dari sana, tekad kuatnya muncul untuk bisa membawa nama Bali ke kancah tertinggi.
Langkah Made Dwi menuju Jakarta dilalui melalui persaingan yang sangat ketat, mulai dari seleksi internal sekolah, tingkat Kabupaten Badung, tingkat Provinsi Bali, hingga verifikasi akhir di pusat. Di balik keberhasilannya, anak kedua dari tiga bersaudara pasangan I Putu Suryawan dan Ni Wayan Risnawati ini mengaku sempat didera rasa kurang percaya diri (insecure).
“Awalnya saya minder, insecure. Tapi mengingat lagi bahwa di Bali saya terpilih dari banyaknya pendaftar, saya harus yakin bahwa saya berhak dan layak berdiri di Istana Negara,” ungkap penghobi lari dan voli tersebut.
Selama menjalani masa karantina dengan sistem disiplin semi-militer, Dwi tidak memungkiri bahwa rasa jenuh dan rindu rumah (homesick) sempat melanda. Namun, dukungan spiritual dan perhatian fisik dari orang tua yang konsisten memasok nutrisi 4 sehat 5 sempurna menjadi bahan bakar mental utamanya untuk bertahan.
Selain bekal fisik, remaja yang juga gemar bermain layangan tradisional Bali ini memegang teguh wejangan lokal sebagai tameng spiritualnya. “Wejangan khusus bermuatan lokal pastinya selalu Mulat Sarira (introspeksi diri), mengevaluasi tindakan, menyadari kekurangan diri, dan tetap disiplin. Bagi saya, kehilangan waktu bermain bersama teman sebaya normal karena ada waktu muda yang harus dikorbankan demi masa depan,” tegas danton terbaik dalam ajang LKBB internal sekolah ini.
Tahun ini, BPIP menetapkan total 76 anggota Paskibraka nasional dari seluruh penjuru tanah air. Provinsi Bali sendiri mengirimkan sepasang putra-putri terbaiknya yang memiliki rekam jejak akademik dan fisik yang mumpuni:
• Calon Paskibraka Putra:
o Nama: I Made Dwi Sathya Kurniawan
o Asal Daerah: Sempidi, Kabupaten Badung
o Sekolah: SMAN 1 Kuta Utara (Kelas 1)
o Cita-cita Masa Depan: Menjadi Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN)
• Calon Paskibraka Putri:
o Nama: Ni Komang Gayatri Dinda Gita Arsani (Lahir 21 September 2009)
o Asal Daerah: Desa Tianyar, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem
o Sekolah: SMAN 1 Kubu, Karangasem
Menjelang hari penugasan pada 17 Agustus 2026 mendatang, Made Dwi sudah memasang target formasi spesifik yang paling diimpikannya di Istana Negara. “Jika boleh memilih, saya membidik posisi di Pasukan 8 sebagai pembentang bendera Merah Putih, atau sebagai Komandan Kelompok (Danpok) 17. Itu posisi yang sangat membanggakan,” pungkas Dwi penuh optimisme. (Gus-Kab).