Fasilitas Pustu Memprihatinkan dan Akses Jalan Setapak Jadi Sorotan Dewan

Kondisi memprihatinkan Pustu Desa Batukandik, Kecamatan Nusa saat ditinjau Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru. Minggu (10/5).

KLUNGKUNG, KABARBALI. ID – Di tengah pesatnya perkembangan industri pariwisata di Nusa Penida yang kini bertransformasi menjadi destinasi internasional, kondisi fasilitas kesehatan dasar di wilayah kepulauan tersebut justru menyisakan ironi. Fasilitas medis yang minim hingga kerusakan fisik bangunan seperti plafon jebol dan pintu rusak dilaporkan masih membayangi sejumlah Pusat Kesehatan Masyarakat Pembantu (Pustu).

Kondisi memprihatinkan ini memicu sorotan tajam dari Wakil Ketua DPRD Klungkung, I Wayan Baru, saat meninjau langsung Pustu Desa Batukandik, Kecamatan Nusa Penida, Minggu (10/5).

Politisi asal Desa Sakti tersebut menilai fisik bangunan faskes tingkat dasar di kepulauan jauh dari standar pelayanan yang layak. Dirinya bahkan menyebut kondisi beberapa Pustu di Nusa Penida tampak tidak terawat layaknya fasilitas yang terbengkalai.

“Bangunannya sangat memprihatinkan. Tidak ada pelinggih maupun panyengker yang seharusnya menjadi bagian penting dari penataan bangunan umum di Bali,” ujar I Wayan Baru.

Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Klungkung ini menegaskan, potret buram faskes pembantu ini tidak hanya terjadi di Batukandik, melainkan merata di hampir seluruh wilayah Nusa Penida. Ia mencontohkan Pustu di tanah kelahirannya, Desa Sakti, yang dinilai sangat tidak representatif untuk menunjang kebutuhan medis warga desa terpencil.

“Contoh lain Pustu Desa Sakti, betul-betul sangat tidak representatif. Untuk akses jalannya saja masyarakat hanya mengandalkan jalan setapak,” ungkap Wayan Baru seraya menambahkan bahwa ia telah berulang kali menyampaikan persoalan ini ke Dinas Kesehatan Klungkung namun terkesan dibiarkan tanpa respons positif.

Kendati akses dan sarana medis sangat terbatas, Wayan Baru mengapresiasi para petugas medis di lapangan karena roda pelayanan kesehatan dasar harian bagi masyarakat yang tinggal jauh dari puskesmas induk terpantau tetap berjalan.

Dinkes Klungkung Sebut Imbas Ketiadaan DAK Pusat

Dikonfirmasi terpisah  Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Klungkung, I Gusti Ayu Ratna Dwijawati, tidak menampik adanya kerusakan di beberapa titik faskes pembantu. Kendati demikian, Ratna menegaskan bahwa secara umum kondisi fasilitas kesehatan di Klungkung masih berada dalam batas aman untuk melayani masyarakat umum.

“Untuk tahun niki belum ada rencana perbaikan. Tidak ada menu rehab Pustu di DAK. Kondisi rata-rata sebenarnya sudah baik, hanya ada beberapa yang rusak dan perbaikannya memang kami lakukan secara bertahap,” jelas Ratna Dwijawati.

Ia memaparkan, selama ini pemerintah daerah sangat bergantung pada kucuran DAK pusat untuk membenahi bangunan Pustu yang tersebar di 16 desa di Nusa Penida. Pada tahun-tahun sebelumnya, perbaikan berkala telah sukses menyasar Pustu Lembongan, Pustu Satra, Pustu Sulang, Pustu Sampalan Klod, Pustu Dawan Klod, hingga Pustu Jumpai. Sementara untuk tahun ini, APBD daerah hanya mampu mengakomodasi perbaikan panyengker di Pustu Lemo, Desa Kutampi. (Sta/Kab).

kabar Lainnya