BANGLI, KABARBALI.ID – Pasar Rakyat “Masyarakat Berbelanja dan Berbagi” yang digelar di Alun-Alun Kota Bangli, Rabu (8/7), sukses memicu perputaran ekonomi kerakyatan. Baru dibuka hingga pukul 10.00 WITA, nilai transaksi di pasar ini langsung menembus angka lebih dari Rp217 juta.
Acara yang diinisiasi oleh Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Bali periode 2018–2023, Ny. Putri Suastini Koster, ini tidak hanya menjadi ruang transaksi produk lokal, tetapi juga menjadi motor gerakan perubahan sosial dan perilaku masyarakat Bali.
Putri Koster menceritakan, ide ini berawal dari gagasan sederhana untuk menciptakan wadah berkumpul rutin bagi pengurus PKK se-Bali yang produktif dan bukan sekadar pertemuan seremonial. Dengan dukungan anggaran sekitar Rp200 juta per kegiatan dari Pemerintah Provinsi Bali, perputaran ekonomi yang dihasilkan terbukti berkali-kali lipat lebih besar.
“Dengan modal yang kita keluarkan rata-rata Rp200 juta, semoga hasil penjualan para produsen, baik kuliner, pertanian maupun IKM, bisa jauh di atas itu. Selama ini bahkan ada yang mencapai Rp500 juta, Rp600 juta hingga Rp800 juta,” ungkap Putri Koster di hadapan jajaran pengurus PKK dan pelaku usaha, Rabu (8/7).
Namun, ia menegaskan bahwa nilai omzet bukanlah target utama. Konsep utama acara ini adalah “Berbelanja dan Berbagi”, di mana pengurus PKK memborong produk dari stan UMKM, lalu membagikannya langsung kepada 100 warga yang membutuhkan.
“Belanjaannya tidak kami bawa pulang. Dari dana yang dimiliki PKK, kami berbagi. Kami membeli langsung produk para pedagang di sini agar manfaatnya kembali kepada masyarakat,” tegasnya.
Selain mendorong kecintaan pada produk pangan lokal, Putri Koster memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan warga soal pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai Pergub Bali Nomor 47 Tahun 2019. Ia mengajak masyarakat menghentikan kebiasaan membuang sampah sembarangan.
“Mari Bali mulai dari sekarang mengubah mindset. Sampah yang kita hasilkan adalah tanggung jawab kita sendiri. Pemerintah tugasnya membuat kebijakan, aturan, dan menegakkannya,” tambah Putri Koster.
Ketua TP PKK Kabupaten Bangli, Ny. Sariasih Sedana Arta, mengapresiasi dipilihnya Bangli sebagai tuan rumah. Momentum ini digunakan untuk memperkenalkan potensi lokal Bangli sebagai penghasil telur terbesar di Bali, sekaligus satu-satunya produsen telur Omega-3 di Pulau Dewata.
Pasar Rakyat di Bangli ini diikuti secara antusias oleh 27 pelaku Industri Kecil Menengah (IKM), 65 pelaku UMKM, serta 17 pelaku usaha sektor pertanian hingga sore hari. (Rls-Kab).