KABARBALI.id – Bagi masyarakat Bali, menentukan hari baik atau dewasa ayu sebelum memulai aktivitas adalah tradisi yang tetap dijaga hingga kini. Untuk Selasa, 21 April 2026, kalender Bali menunjukkan perpaduan energi yang sangat baik untuk urusan administratif dan pembangunan, namun memerlukan kewaspadaan untuk mobilitas.
Berdasarkan perhitungan Ala-Ayuning Dewasa, hari ini dipengaruhi oleh Dauh Ayu. Momentum ini dinilai sangat tepat bagi desa adat atau organisasi yang ingin menyusun awig-awig, peraturan, hingga undang-undang. Selain urusan regulasi, Dauh Ayu juga menjadi waktu yang sangat disarankan untuk memulai pembangunan fisik.
Bagi para pelajar atau mereka yang ingin mendalami keahlian baru, hari ini dinaungi oleh Dirgahayu. Energi ini dipercaya memberikan kelancaran bagi siapa saja yang mulai menuntut ilmu.
Di sektor agraris, Pepedan memberikan lampu hijau bagi petani yang ingin membuka lahan pertanian baru. Namun, masyarakat diingatkan untuk menunda pembuatan peralatan dari besi pada hari ini karena dianggap kurang baik.
Meski banyak energi positif untuk menetap dan membangun, hari ini juga dinaungi oleh Kala Dangu dan Kala Temah. Kedua unsur ini membawa peringatan agar masyarakat tidak memulai pekerjaan baru yang bersifat dinamis, pindah tempat tinggal, maupun melakukan perjalanan jauh (bepergian).
Sri Murti: Hari yang sangat baik untuk menghaturkan yadnya atau persembahan kepada Dewi Sri di lumbung sebagai wujud syukur atas hasil bumi.
Kala Tukaran & Sri Tumpuk: Bagi warga yang memiliki hobi atau mata pencaharian mencari burung (mapikat) atau melatih burung, hari ini membawa keberuntungan tersendiri.
Secara filosofis, hari ini memiliki karakter Laku Pandita Sakti (pararasan) yang melambangkan kebijaksanaan, serta Satria Wibawa (pancasuda) yang berarti memancarkan kewibawaan dan kemuliaan. (Kab).