Kumuh di Selatan Alun-Alun! Eks Kantor Disparbud Bangli Mirip Bangunan Berhantu

Area parkir kendaraan yang tidak dipakai lagi di gedung Disparbud Bangli yang lama. Rabu (22/7). foto/ Sam-Kab.

BANGLI , KABARBALI.ID – Kondisi bekas (eks) Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli kian memprihatinkan. Lantaran sudah lama tidak difungsikan, kompleks bangunan milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli tersebut kini tampak kumuh dan terbengkalai ditelan semak belukar.

Berdasarkan pantauan kabarbali.id di lokasi, rumput liar dan semak belukar tumbuh lebat hingga menutupi sebagian besar halaman, lorong bangunan, hingga area garasi, Rabu (22/7).

Pemandangan paling menyita perhatian terlihat di area garasi. Dua unit mobil dinas—masing-masing jenis Nissan Terrano dan Suzuki Futura—serta satu unit sepeda motor dinas tampak membusuk dan dikerubuti rumput liar karena tidak pernah tersentuh perawatan.

Tak hanya itu, akibat dibiarkan kosong tanpa penghuni dalam waktu lama, beberapa ruangan bekas kantor OPD tersebut kini beralih fungsi secara tak resmi menjadi tempat penyimpanan alat permainan anak-anak.

Kondisi ini terbilang sangat disayangkan mengingat lokasi eks Kantor Disparbud berada di kawasan yang sangat strategis, yakni tepat di sisi selatan Alun-Alun Bangli yang menjadi pusat keramaian dan ikon Kota Bangli.

Sebagai informasi, eks Kantor Disparbud Bangli ditinggalkan setelah instansi tersebut pindah ke gedung kantor baru yang berlokasi di Jalan Brigjen Ngurah Rai, Bangli.

Kadisparbud Akui Aset Tercatat Resmi

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Bangli, I Wayan Dirga Yusa, tidak menampik bahwa aset bangunan serta tiga kendaraan dinas yang berada di lokasi tersebut masih tercatat secara resmi sebagai aset yang dikelola Disparbud Bangli.

Ia membenarkan bahwa kondisi kendaraan operasional tersebut memang sudah lama tidak berfungsi atau rusak berat.

“Kendaraannya memang sejak lama dalam kondisi mati,” ungkap Wayan Dirga Yusa saat dikonfirmasi.

Fenomena terbengkalainya gedung eks Disparbud ini bukanlah satu-satunya. Masih ada beberapa aset milik Pemkab Bangli berupa bangunan gedung yang hingga kini belum dimanfaatkan secara optimal pasca-relokasi perkantoran. Akibat minimnya pemeliharaan, aset-aset bernilai miliaran rupiah tersebut dibiarkan kosong, rusak dimakan usia, dan memicu kesan kumuh di tengah kota.

Masyarakat berharap Pemkab Bangli segera mengambil langkah tegas, baik melalui proses pemindahtanganan, lelang kendaraan (pemusnahan aset), maupun alih fungsi gedung agar kawasan pusat kota tetap tertata rapi. Terlebih saat ini Bangli terus ditata dari sisi arsitektur Kota sehingga kian tampak asri dan menawan. (Sam-Kab).

kabar Lainnya