Kuta Selatan Penyumbang Terbanyak Anjing Rabies di Badung, Vaksinasi Massal Digenjot Targetkan 75 Ribu Ekor

Anjing Bali

BADUNG, KABARBALI.ID — Ancaman penyebaran virus rabies di wilayah Kabupaten Badung terus diantisipasi secara masif oleh pemerintah daerah. Dinas Pertanian dan Pangan (Disperpa) Kabupaten Badung melaporkan, secara kumulatif ditemukan sebanyak 20 kasus hewan penular rabies (HPR), khususnya anjing, yang terkonfirmasi positif rabies sejak Januari hingga akhir Mei 2026.

Dari pemetaan berkala yang dilakukan otoritas terkait, wilayah Kecamatan Kuta Selatan kini ditempatkan sebagai zona merah yang mendapatkan atensi serta penanganan khusus dari tim medis kesehatan hewan.

Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Kabid Keswan) Disperpa Kabupaten Badung, I Gusti Ngurah Narendra Putra, membenarkan bahwa grafik temuan kasus di Kuta Selatan merupakan yang tertinggi di antara kecamatan lainnya.

“Kalau untuk kasus rabiesnya ada sekitar 20 kasus yang terjadi di anjing yang positif. Wilayah Kuta Selatan yang paling besar makanya kami berikan atensi (khusus) di sana,” terang Ngurah Narendra, Rabu (27/5/2026).

Kompleksitas Pemukiman dan Anjing Liar Jadi Kendala Utama

Narendra membeberkan, tingginya angka temuan kasus di Kuta Selatan dipicu oleh faktor sosiologis dan geografis wilayah yang sangat kompleks. Pertumbuhan kawasan perumahan padat yang tidak sebanding dengan kesadaran pemilik hewan menjadi tantangan tersendiri.

Banyaknya warga yang memelihara anjing dengan pola diliarkan membuat hewan-hewan tersebut tidak terdata secara administratif di tingkat desa, sehingga rawan terjadi kontak fisik penularan virus dengan satwa liar lainnya.

“Di situ kan lokasinya kompleks ya, banyak penduduk dan banyak anjing yang diliarkan sehingga itu menjadi masalah kami dalam penanganan. Sebagai langkah taktis, kami sudah menggerakkan tim untuk melakukan vaksinasi darurat di puluhan titik di kawasan Kuta Selatan,” imbuhnya.

Kejar Target 70 Persen Populasi, Rampung Juli 2026

Guna menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) pada populasi hewan, Pemkab Badung saat ini tengah menggenjot program vaksinasi rabies massal tahunan. Program yang menyisir 62 desa dan kelurahan di seluruh Kabupaten Badung ini telah bergulir sejak April lalu.

Berdasarkan data Disperpa, total estimasi populasi anjing di Badung saat ini diprediksi mencapai 95.000 ekor. Pemerintah menargetkan sedikitnya 75.000 ekor anjing atau minimal 70 persen dari total populasi wajib mendapatkan suntikan vaksinasi rabies gratis.

Hingga akhir Mei 2026, realisasi capaian vaksinasi rabies di Kabupaten Badung dilaporkan telah menyentuh angka 51,77 persen. Otoritas penanganan optimis seluruh rangkaian kurasi dan penyuntikan massal ini dapat diselesaikan secara tuntas pada Juni atau paling lambat awal Juli mendatang.

Masyarakat juga diimbau tidak perlu khawatir terkait ketersediaan logistik. Sinergi anggaran antara Pemkab Badung dan Pemprov Bali berhasil mengamankan stok darurat hingga 115.000 dosis vaksin, yang terdiri atas 75.000 dosis pengadaan mandiri kabupaten dan 40.000 dosis bantuan stimulan provinsi. (Gus-Kab).

kabar Lainnya