KARANGASEM, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten Karangasem terus menunjukkan komitmennya dalam merawat tradisi, adat, dan nilai-nilai spiritual keagamaan di tengah masyarakat.
Wakil Bupati Karangasem, Pandu Prapanca Lagosa (Wabup Guru Pandu), menggelar safari keagamaan maraton dengan menghadiri lima rangkaian upacara Pitra Yadnya, Atma Wedana, hingga Pelebon yang tersebar di empat kecamatan, Kamis (23/7/2026).
Langkah ini menjadi wujud nyata dukungan serta penghargaan pemerintah daerah atas komitmen krama Bali dalam menjaga ikatan kekeluargaan dan warisan tradisi leluhur secara gotong royong.
Di Kecamatan Abang, Wabup Guru Pandu bersama Camat Abang mengawali kehadirannya dalam upacara Pitra Yadnya dan Atma Wedana yang melibatkan 10 sawa di Genah Peyadnyan Jabe Pura Dadia Bias Tangkas Kori Agung Nomor Bias, Desa Ababi.
Masih di desa yang sama, Wabup melanjutkan penyerahan bantuan dana punia untuk Karya Pitra Yadnya Sentana Arya Tan Kaur Umanyar di Banjar Umanyar, guna mendoakan kelancaran puncak karya yang bergulir pada Jumat (24/7/2026).
Safari keagamaan kemudian berlanjut ke kawasan Kota Amlapura. Wabup Guru Pandu menghadiri uleman upacara Ngaskara, Pelebon, dan Ngelinggihang Dewate Dewati di Puri Kaleran, Jalan Letda Bajra. Kehadirannya menjadi simbol eratnya ikatan sosial-budaya antara pimpinan daerah, tokoh masyarakat, dan keluarga besar puri.
Tak berhenti di sana, Wabup Guru Pandu bertolak ke Kecamatan Selat untuk ngupasaksi pelaksanaan Upacara Pitra Yadnya Ngaben Massal Dadia Pasek Gelgel Banjar Adat Putung, Desa Duda Timur, yang diperuntukkan bagi 8 sawa dan 1 ngelungah sawa.
Rangkaian safari ditutup di Kecamatan Sidemen, di mana Wabup mendampingi Camat Sidemen menyaksikan Upacara Pitra Yadnya Ngaben Prati Sentana Arya Kanuruhan untuk 13 sawa di Piyadnyan Arya Berang Singa, Banjar Dinas Wangsean, Desa Wisma Kerta.
Di setiap lokasi yang dikunjungi, Wabup Guru Pandu menyerahkan dana punia sebagai bentuk apresiasi dan dukungan konkret pemerintah daerah dalam meringankan beban masyarakat saat menjalankan kewajiban adat.
“Partisipasi pemerintah kabupaten dalam kegiatan adat dan keagamaan ini merupakan bentuk penghormatan atas sradha bhakti krama. Semangat ngayah, gotong royong, dan kebersamaan dalam pelaksanaan yadnya massal seperti ini terbukti mampu memperkuat persatuan masyarakat serta menjaga ketahanan budaya Bali di Kabupaten Karangasem,” tegas Wabup Guru Pandu. (Kri-Kab).