DENPASAR, KABARBALI.ID – Pemerintah Kota Denpasar secara resmi mengajukan Rancangan Perubahan Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Rancangan Perubahan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun Anggaran 2026, sekaligus Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) tentang Penyelenggaraan Event Strategis.
Dokumen strategis tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, mewakili Wali Kota Denpasar dalam Rapat Paripurna ke-11 Masa Persidangan II DPRD Kota Denpasar, Kamis (6/8/2026).
Rapat Paripurna dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Denpasar I Gusti Ngurah Gede, mendampingi Wakil Ketua DPRD Made Oka Cahyadi Wiguna, serta dihadiri jajaran Forkopimda Kota Denpasar, Sekda I Gusti Ngurah Eddy Mulya, dan pimpinan OPD terkait.
Dalam pidatonya, Wawali Arya Wibawa memaparkan bahwa perubahan KUA dan PPAS disusun sebagai langkah penyesuaian atas perkembangan kondisi ekonomi dan fiskal terkini. Langkah ini diambil guna memastikan kebijakan anggaran tetap efisien serta mampu menampung program prioritas pelayanan publik yang belum terakomodasi pada APBD murni 2026.
Secara umum, rancangan perubahan ini meningkatkan proyeksi Pendapatan Daerah Kota Denpasar dari Rp 3,08 triliun menjadi Rp 3,24 triliun, atau mengalami peningkatan sekitar Rp 162,28 miliar. Lonjakan pendapatan ini didorong oleh pertumbuhan Pendapatan Asli Daerah (PAD), khususnya sektor pajak daerah dan hasil pengelolaan kekayaan daerah.
Sejalan dengan hal tersebut, alokasi Belanja Daerah juga disesuaikan dari Rp 3,64 triliun menjadi Rp 3,88 triliun untuk memperkuat pembangunan infrastruktur, bantuan sosial, hingga belanja hibah yang langsung menyentuh masyarakat.
Selain penyesuaian anggaran, Pemkot Denpasar juga mendorong pembentukan Ranperda Penyelenggaraan Event Strategis sebagai payung hukum komprehensif. Regulasi ini dirancang agar penyelenggaraan berbagai acara seni, budaya, olahraga, dan ekonomi kreatif di Kota Denpasar dapat tertata secara berkualitas, aman, serta memberikan dampak ekonomi nyata bagi masyarakat local.
“Denpasar memiliki karakter masyarakat yang dinamis dan heterogen. Ranperda Event Strategis ini hadir bukan sekadar untuk kegiatan seremonial, tetapi sebagai ruang pelestarian seni dan budaya Bali sekaligus pemantik ekonomi kreatif dan pariwisata daerah,” ujar Arya Wibawa. (Irw-Kab).