

BANGLI, KABARBALI.ID – Kalangan DPRD Kabupaten Bangli menyoroti tajam minimnya anggaran untuk promosi pariwisata yang dinilai tidak sebanding dengan potensi besar sektor tersebut sebagai pendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD). Padahal, sektor pariwisata terbukti menjadi salah satu pilar penting penopang perekonomian dan pendapatan daerah.
Hal tersebut diungkapkan oleh anggota DPRD Bangli, I Wayan Sutama, saat dikonfirmasi, Senin (24/8/2026). Politisi Partai Golkar ini menegaskan bahwa optimalisasi pariwisata wajib dibarengi dengan strategi promosi yang masif guna mengenalkan destinasi serta menarik minat wisatawan berkunjung.
“Lewat promosi kita bisa menyampaikan keberadaan fasilitas dan keunggulan suatu objek wisata kepada calon wisatawan,” ujar mantan Perbekel Kintamani tersebut.
Wayan Sutama mengungkapkan, alokasi anggaran promosi pariwisata di Kabupaten Bangli saat ini sangat terbatas, yakni hanya berkisar Rp 130 juta dalam kurun waktu satu tahun. Menurutnya, jumlah tersebut sangat tidak ideal untuk menggerakkan promosi secara luas.
“Paling dengan anggaran yang ada hanya bisa mengikuti 2 sampai 3 kali event promosi,” sebutnya.
Sebagai legislator yang kini duduk di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Bangli, Sutama menyatakan kesiapan pihaknya untuk memperjuangkan penambahan porsi anggaran promosi pariwisata pada pembahasan anggaran berikutnya. Langkah ini dinilai mendesak demi menggenjot PAD Bangli yang pada tahun 2025 baru berada di angka Rp 42 miliar.
“Kami memiliki keyakinan jika pariwisata di Bangli dikelola dengan profesional akan mampu meningkatkan PAD yang mana di tahun 2025 baru ada di angka Rp 42 miliar,” pungkasnya. (Sam-Kab).