

KABARBALI.ID – Bagi krama Hindu di Bali yang berencana melaksanakan berbagai kegiatan penting, upacara, maupun memulai usaha, memperhatikan hari baik dan buruk (Ala-Ayuning Dewasa) merupakan tradisi penting agar segala urusan berjalan lancar dan membuahkan kerahayuan.
Berdasarkan penanggalan wariga Bali untuk hari Kamis, 5 November 2026, terdapat beberapa ketentuan hari baik dan pantangan yang perlu dicermati bersama.
Pada hari ini, terdapat beberapa divasa atau hari baik yang mendukung jenis pekerjaan tertentu:
Kala Katemu: Sangat baik dimanfaatkan untuk aktivitas berburu, menangkap ikan, mapikat (memikat burung), memasang jerat atau kungkungan, serta mengadakan suatu pertemuan atau rapat penting.
Pepedan: Hari yang baik untuk memulai membuka lahan pertanian atau perkebunan baru. (Catatan: Namun tidak baik untuk membuat atau menempa peralatan yang terbuat dari besi).
Tunut Masih: Sangat baik untuk upacara melas rare (bayi mulai menyusu/menetek), mulai melatih atau mengajar ternak untuk bekerja, membentuk perkumpulan atau organisasi, memulai membuka sekolah/perguruan, hingga melakukan nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau) serta memasang tali pengikat.
Selain hari baik, terdapat pantangan penting yang harus dihindari agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan:
Carik Walangati & Salah Wadi: Hari ini bertepatan dengan unsur Salah Wadi dan Carik Walangati (Alahing Dewasa 3). Oleh karena itu, sangat tidak baik untuk melaksanakan rangkaian upacara Manusa Yadnya (seperti pernikahan/wiwaha, mapendes, potong rambut, dll.) maupun Pitra Yadnya (seperti penguburan, atiwa-tiwa/ngaben, nyekah, ngasti, dll.). Begitu pula dilarang keras untuk memulai kegiatan membangun rumah.
Secara spiritual dan astrologi kalender Bali, hari Rabu (5/11/2026) ini dinaungi oleh:
Pararasan: Laku Bintang (memiliki daya tarik, tenang, dan menjadi pusat perhatian positif).
Pancasuda: Satria Wibawa (dinaungi keberuntungan, kewibawaan tinggi, serta dihormati dalam pergaulan sosial).
Ekajalaresi: Suka Pinanggih (membawa kebahagiaan dan kemudahan dalam menjumpai kesenangan).
Pratiti: Saskara (mendukung penyucian atau penataan awal yang baik).
(Kab/Red).
(Pesan Redaksi: Memahami Ala-Ayuning Dewasa bertujuan agar umat dapat mengambil langkah bijak dalam menyusun agenda kehidupan sehari-hari selaras dengan alam dan kearifan lokal Bali).