KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung, I Made Satria, melakukan langkah besar dengan merombak struktur birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Klungkung.
Sebanyak 132 pejabat digeser dalam pelantikan gelombang pertama sebagai bentuk evaluasi total atas kinerja pelayanan publik yang dinilai masih lamban.
Langkah tegas ini diambil setelah Satria melakukan pengamatan mendalam selama satu tahun tiga bulan masa kepemimpinannya.
Ia mengaku kecewa karena masih menemukan pola kerja birokrasi yang kurang responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
“Masih saya lihat pelayanan belum gerak cepat (lelet). Ini yang harus kita ubah,” tegas Bupati Satria usai pelantikan, Senin (4/5/2026).
Menurut Satria, rotasi jabatan ini bukan sekadar agenda rutin, melainkan mandat untuk keluar dari zona nyaman.
Ia menyoroti tantangan berat Klungkung dalam menekan angka kemiskinan yang seharusnya bisa diatasi lebih cepat mengingat wilayah Klungkung relatif kecil namun kaya potensi.
Bupati asal Nusa Penida ini juga memberikan pesan menohok bagi para pejabat yang baru dilantik agar tidak bersikap feodal. Ia mengingatkan bahwa esensi dari birokrasi adalah melayani, bukan dilayani oleh rakyat.
“Pada intinya kita ini pelayan masyarakat, bukan pejabat yang harus dihormati. Saya sendiri hanya pekerja kontrak lima tahunan yang bertugas melayani publik,” ujarnya disambut hening para undangan.
Lebih lanjut, Satria menegaskan tidak akan ragu melakukan pergeseran lanjutan jika dalam waktu dekat tidak ada perubahan kinerja yang konkret. Ia menuntut jajarannya untuk bekerja secara out of the box dan memperkuat sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD).
“Jangan merasa nyaman. Segera adaptasi, lakukan inovasi. Saya ingin gerak cepat untuk menekan sekecil-kecilnya tingkat kemiskinan di Klungkung,” pungkasnya. (Sta-Kab).