Penataan Pura Watu Klotok dan Pura Puseh Sari Swelagiri, Kucurkan Rp763 Juta

Kucurkan Rp763 Juta, Bupati Satria Kawal Ketat Penataan Pura Watu Klotok lan Pura Puseh Sari Swelagiri

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klungkung terus menegaskan komitmennya dalam pelindungan, penataan, serta pelestarian aset kebudayaan dan tempat ibadah umat Hindu di wilayahnya.

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui penandatanganan kontrak kerja swakelola Perbaikan Pelinggih lan Penataan Pura Watu Klotok serta Perbaikan Pelinggih Bale Pelik Pura Puseh Sari Swelagiri Desa Aan. Prosesi tersebut disaksikan langsung oleh Bupati Klungkung, I Made Satria, didampingi Wakil Bupati Tjokorda Gde Surya Putra di ruang kerjanya, Senin (3/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Satria menegaskan agar pengerjaan fisik tempat suci ini benar-benar menjaga standar kualitas material dan kerapian arsitektur tradisional Bali, serta rampung tepat waktu sesuai target.
“Pemkab Klungkung akan terus mengawal proses perbaikan pelinggih ini. Semoga proses pengerjaannya berjalan lancar dengan kualitas yang maksimal dan selesai tepat waktu,” tegas Bupati Satria.

Detail Rincian Penataan Pura lan Cagar Budaya

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Klungkung, I Wayan Suteja, memaparkan bahwa total alokasi dana APBD yang dikucurkan untuk dua proyek penataan pura ini mencapai Rp763 juta.
Rincian alokasi anggaran dan pekerjaan meliputi:

1. Pura Watu Klotok (Nilai Anggaran APBD: Rp713.000.000,-) Mencakup 9 item perbaikan pelinggih dan penataan halaman (jaba/dalaman) pura, yakni:
o Perbaikan Panggungan Segara & Panggungan
o Perbaikan Bale Ringgit & Bale Piasan
o Perbaikan Pelinggih Ida Betara Lingsir & Gedong Alit
o Perbaikan Bale Peselang & Bale Wayang
o Penataan Halaman Pura

2. Pura Puseh Sari Swelagiri Desa Aan (Nilai Anggaran APBD: Rp50.000.000,-) Fokus pada perbaikan Pelinggih Bale Pelik. Mengingat situs ini telah ditetapkan sebagai Cagar Budaya, pengerjaan fisik pada bangunan penyimpanan arca tersebut dilakukan secara khusus dan hati-hati agar nilai historis serta keaslian strukturnya tetap terjaga.

Skema Swakelola Libatkan Pengempon Pura

Wayan Suteja menambahkan, seluruh rangkaian pekerjaan fisik ini dilaksanakan menggunakan skema Swakelola yang melibatkan langsung kelompok masyarakat setempat atau pengempon pura.
Sistem swakelola ini tidak hanya bertujuan untuk memberdayakan krama lokal, tetapi juga memastikan proses pengerjaan di area suci dilakukan sesuai dengan norma, adat, serta siku-siku arsitektur Bali.
“Proses pengerjaan ditargetkan rampung sepenuhnya pada bulan Desember 2026 mendatang,” pungkas Kadisbud Klungkung. (Sta-Kab).

kabar Lainnya