Pengabenan Massal di Desa Bantiran Pupuan Diikuti 106 Sawa, Bupati Sanjaya Hadir Langsung Ngupasaksi

Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., saat menghadiri dan memberikan sambutan dalam acara Ngupasaksi Upacara Pengabenan Massal di Gedung Serbaguna Putra Ganeca, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa (4/8/2026). (Foto: Dok. Prokopim Tabanan / kabarbali.id)

TABANAN, KABARBALI.ID – Bupati Tabanan, Dr. I Komang Gede Sanjaya, S.E., M.M., menghadiri undangan Ngupasaksi Upacara Pengabenan Massal Tahun 2026 yang dipusatkan di Gedung Serbaguna Putra Ganeca, Desa Bantiran, Kecamatan Pupuan, Tabanan, Selasa (4/8/2026).

Upacara keagamaan yang menjadi bagian dari tradisi adat dan keagamaan Hindu di Bali tersebut diikuti oleh 106 sawa terdaftar. Adapun puncak upacara Pengabenan Massal dijadwalkan berlangsung pada Rabu (5/8/2026).

Selain upacara pengabenan utama, rangkaian kegiatan yadnya massal tersebut juga merangkai pelaksanaan pitra yadnya dan manusa yadnya lainnya, yang meliputi 37 sawa warak karuron, 4 sawa ngelangkir, serta upacara metatah (potong gigi) yang diikuti oleh 88 orang peserta.

Dalam peninjauannya, Bupati Sanjaya didampingi oleh sejumlah tokoh dan jajaran pejabat Pemkab Tabanan, di antaranya Jero Mangku Lanang Istri, Anggota DPRD Provinsi Bali, Anggota DPRD Kabupaten Tabanan, Asisten I Setda Tabanan, para Kepala Perangkat Daerah terkait, Camat Pupuan, Perbekel, Bendesa Adat Bantiran, serta krama adat setempat.

Kehadiran jajaran pemerintah daerah ini menjadi bentuk perhatian nyata serta dukungan penuh terhadap pelaksanaan tradisi dan kegiatan keagamaan yang diselenggarakan oleh masyarakat di Kabupaten Tabanan.

Dalam arahannya, Bupati Sanjaya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada krama Desa Bantiran dan sekitarnya yang telah bergotong royong menyelenggarakan upakara yang suci dan sakral tersebut dengan penuh keikhlasan.

Ia menegaskan, Pemerintah Kabupaten Tabanan memiliki kewajiban moral untuk terus hadir, berkontribusi, serta memfasilitasi setiap pelaksanaan yadnya yang digagas oleh krama masyarakat.

“Pemerintah memiliki tugas untuk terus memberikan dukungan dan berkontribusi terhadap pelaksanaan yadnya di Tabanan. Hal ini sejalan dengan komitmen pembangunan daerah yang berimbang, tidak hanya berorientasi pada pembangunan fisik atau sekala, tetapi juga niskala demi terwujudnya Tabanan yang Aman, Unggul, dan Madani (AUM),” tegas Bupati Sanjaya, Selasa (4/8/2026).

Pelaksanaan pengabenan massal ini diharapkan mampu meringankan beban ekonomi warga tanpa mengurangi makna dan keutamaan dari nilai-nilai spiritual yang terkandung dalam upacara adat tersebut. (Pro-Kab).

kabar Lainnya