KARANGASEM, KABARBALI.ID – Pulau Bali seolah tak pernah kehabisan daya pikat untuk mengajak wisatawan kembali berkunjung. Bagi pencinta ketenangan dan lanskap alam alami, Danau Yeh Malet di Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, kini menjadi salah satu destinasi yang wajib masuk dalam daftar kunjungan.
Danau alami yang baru saja dibuka kembali pasca-proses pembersihan dan normalisasi besar-besaran oleh pemerintah setempat ini menyuguhkan panorama air yang jernih, pepohonan asri, serta latar perbukitan hijau yang memanjakan mata.

Ditinjau dari sejarahnya, nama Yeh Malet diambil dari bahasa Bali yang bermakna “air yang manis”. Danau ini sejatinya merupakan danau purba yang terbentuk dari letusan uap air dan magma (kawah maar) jutaan tahun silam.
Sempat tersembunyi selama puluhan tahun akibat tertutup vegetasi tanaman liar, kini Danau Yeh Malet kembali memancarkan pesonanya sebagai pilihan wisata relaksasi lepas dari hiruk-pikuk kota.
Ada beberapa keistimewaan yang menjadikan Danau Yeh Malet berbeda dari destinasi danau lainnya di Bali:
Jejak Gunung Api Purba (Kawah Maar) Berbeda dengan Danau Batur atau Beratan yang berada di kaldera gunung berapi besar, Danau Yeh Malet terbentuk dari letusan freatomagmatik purba yang membentuk cekungan kawah alami di permukaan tanah.
Panorama Tiga Bukit Hijau dan Gunung Agung: Danau ini dikelilingi perbukitan hijau berbentuk setengah lingkaran. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat menikmati perpaduan air danau yang jernih dengan gagahnya megah Gunung Agung di sisi utara.
Suasana Alami dan Tenang: Jauh dari keramaian pusat pariwisata Bali Selatan, kawasan danau ini menawarkan ketenangan hakiki bagi wisatawan yang ingin menenangkan pikiran atau sekadar menyalurkan hobi memancing.
Danau Yeh Malet berlokasi di Dusun Yeh Malet, Desa Antiga Kelod, Kecamatan Manggis, Kabupaten Karangasem, Bali.
Akses menuju lokasi terbilang sangat mudah karena berada dekat perbatasan Kabupaten Klungkung dan Karangasem, serta sejajar dengan jalur utama Bypass Ida Bagus Mantra.
Jalur ini berada satu koridor dengan deretan objek wisata populer seperti Pura Goa Lawah, Pelabuhan Padang Bai, dan Candidasa. Pengendara roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan nyaman melalui jalan desa beraspal mulus.
Meskipun kawasan Danau Yeh Malet dapat diakses 24 jam, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hingga sore hari pukul 07.00 – 16.00 WITA guna mendapatkan pemandangan cerah perbukitan dan Gunung Agung.
Mengingat fasilitas penunjang di area danau masih sangat terbatas, para wisatawan disarankan untuk membawa perbekalan makanan dan minuman pribadi serta tetap menjaga kebersihan kawasan danau. (Kab/Red).