DENPASAR, KABARBALI.ID – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) merilis prakiraan cuaca Provinsi Bali untuk Selasa (14/7/2026).
Secara umum, kondisi cuaca di sembilan kabupaten/kota di Pulau Dewata diprediksi bersahabat dan didominasi oleh cuaca cerah hingga berawan, sehingga sangat mendukung untuk aktivitas luar ruangan maupun sektor pariwisata.
Berdasarkan data resmi BMKG, Kota Denpasar mencatatkan suhu udara tertinggi hari ini dengan kisaran 22–31 °C dan tingkat kelembapan mencapai 69–94 persen. Di sisi lain, wilayah dataran tinggi seperti Kabupaten Bangli dan Karangasem diprediksi memiliki udara yang lebih sejuk dengan suhu minimum masing-masing menyentuh angka 20 °C dan 19 °C.
Hampir seluruh wilayah kabupaten seperti Badung, Tabanan, Gianyar, Klungkung, Bangli, Karangasem, dan Buleleng terpantau kompak berada dalam status cuaca cerah di siang hari. Kondisi ini sedikit berbeda dengan Kabupaten Jembrana yang diprediksi akan diselimuti cuaca berawan dengan rentang suhu 22–30 °C serta kelembapan yang cukup tinggi hingga 98 persen.
Meskipun cuaca di daratan cenderung cerah dan bersahabat, BMKG mengeluarkan alarm kewaspadaan dini bagi para pelaku aktivitas bahari, nelayan, serta wisatawan penyeberangan laut. Berdasarkan analisis sinoptik, pola angin permukaan di Perairan Utara dan Selatan Bali umumnya bertiup kencang dari arah Timur menuju Tenggara.
“Kecepatan angin laut saat ini terpantau berkisar antara 4 hingga 25 knot. Masyarakat diimbau untuk mewaspadai potensi peningkatan kecepatan angin, khususnya di perairan Utara dan Selatan Bali,” tulis BMKG dalam laporan tertulisnya yang dihimpun media online bali kabarbali.id, Selasa (14/7/2026) pagi.
Dampak dari kencangnya embusan angin ini memicu kenaikan tinggi gelombang laut yang masuk dalam kategori Sedang, dengan estimasi ketinggian mencapai 1,25 hingga 2,5 meter. BMKG menetapkan status ini berlaku mulai 14 Juli pukul 08.00 WITA hingga 17 Juli 2026 pukul 08.00 WITA.
Adapun empat titik perairan strategis di Bali yang masuk dalam zona peringatan gelombang sedang ini meliputi kawasan Selat Badung, Selat Bali Bagian Selatan, Perairan Selatan Pulau Bali, serta Selat Lombok Bagian Selatan. Para operator kapal cepat (fast boat) tujuan Nusa Penida maupun Gili Trawangan diharapkan terus memantau pembaruan navigasi demi menjamin keselamatan penumpang. (Pur-Kab).