Pria Denpasar Meninggal Tersangkut Batu Pemecah Ombak di Pantai Purnama

GIANYAR, KABARBALI.ID – Penemuan sesosok mayat pria di sela-sela batu pemecah ombak menggegerkan pengunjung dan warga di kawasan Pantai Purnama, Desa Sukawati, Gianyar, Rabu (5/8/2026) siang.

Korban diketahui berinisial IKadek DW(35), warga Pemogan, Denpasar Selatan. Saat pertama kali ditemukan warga dan pihak keluarga, posisi korban berada dalam keadaan terlentang dan terhimpit di sela-sela struktur batu pemecah ombak di bibir pantai.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat dilaporkan tidak kunjung kembali ke rumah oleh pihak keluarga. Pencarian mandiri kemudian dilakukan hingga keluarga menemukan sepeda motor milik korban terparkir tanpa awak di kawasan area parkir Pantai Purnama.

Mendapati kendaraan korban berada di lokasi, warga bersama keluarga menyisir sekitar pantai hingga akhirnya menemukan IKW sudah tidak bernyawa di antara celah batu pemecah ombak.

Petugas dari Polsek Sukawati bersama Tim Inafis Polres Gianyar yang menerima laporan masyarakat langsung meluncur ke lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta proses identifikasi awal.

Kapolsek Sukawati, Kompol I Nyoman Wiranata, mengonfirmasi bahwa pihak kepolisian menerima laporan kejadian tersebut sekitar pukul 11.35 WITA dan langsung mengerahkan personel Unit Reaksi Cepat (URC).

” Posisi korban jatuh terhimpit di sela-sela batu di pinggir pantai,” terang Kompol I Nyoman Wiranata di lokasi kejadian, Rabu (5/8/2026).

Usai proses identifikasi dan olah TKP oleh Tim Inafis selesai dilakukan, jenazah korban langsung dievakuasi menuju Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. dr. I.G.N.G. Ngoerah, Denpasar, guna pemeriksaan medis lebih lanjut.

Pihak kepolisian menegaskan saat ini masih belum bisa memastikan penyebab pasti kematian korban dan masih terus melakukan penyelidikan mendalam di lapangan.

“Sementara korban dibawa ke Rumah Sakit Sanglah terlebih dahulu. Untuk tindak lanjut dari Polsek sementara kita masih melakukan pendalaman, jadi terkait dengan sebab kematian sementara kita tunggu hasil dari rumah sakit,” tegas Nyoman Wiranata.

Hingga berita ini diturunkan, Unit Reskrim Polsek Sukawati masih mengumpulkan keterangan saksi-saksi dan menunggu hasil visum/pemeriksaan medis resmi dari tim dokter RSUP Prof. Ngoerah. (Tut-Kab).

kabar Lainnya