KARANGASEM, KABARBALI.ID – Peran perempuan di era modern tidak lagi terbatas pada ranah domestik rumah tangga semata. Lebih dari itu, kaum hawa kini dituntut bertransformasi menjadi motor penggerak ekonomi yang mandiri tanpa mengesampingkan tugas utama mengawal tumbuh kembang anak.
Pesan sarat motivasi tersebut digaungkan oleh Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali, Ny. Putri Koster, saat memimpin langsung rangkaian Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali di Kabupaten Karangasem, Jumat (22/5/2026).
Aksi kemanusiaan ini menyasar tiga titik lokasi strategis sekaligus, yakni Wantilan Bale Pesangkepan Desa Adat Beluhu (Kecamatan Kubu), Balai Masyarakat Desa Ababi (Kecamatan Abang), dan Balai Banjar Adat Gede (Kelurahan Subagan, Kecamatan Karangasem).
Dalam orasi programatiknya, Ny. Putri Koster mengajak seluruh kader penggerak PKK di Bumi Lahar untuk mengambil peran aktif dalam menyejahterakan daerah operasional masing-masing, yang dimulai dari ketahanan unit terkecil yaitu keluarga.
“Sebagai perempuan, kita wajib menjadi garda terdepan dalam keluarga untuk mengawal tumbuh kembang anak-anak agar tumbuh menjadi generasi yang kuat, sehat, cerdas, dan berkualitas. Namun, di samping itu, kita juga harus menjadi perempuan yang cerdas dan kreatif dengan mengasah kemampuan, misalnya mengolah kuliner, lalu memasarkannya untuk menambah pundi-pundi penghasilan keluarga,” cetus Ny. Putri Koster.
Dalam momen yang sama, aura haru menyelimuti acara saat Ny. Putri Koster menyerahkan langsung bantuan alat bantu jalan (walker) kepada seorang balita penyandang disabilitas bernama Komang Agus. Bantuan instrumen medis ini diharapkan mampu mempermudah sang balita berlatih berjalan dan beraktivitas secara mandiri.
Sementara itu, Ketua TP PKK Kabupaten Karangasem, Ny. Mas Parwata, melayangkan apresiasi mendalam dan ucapan terima kasih atas guyuran perhatian fiskal dan barang sosioreligius dari TP PKK Provinsi Bali untuk krama Karangasem yang membutuhkan.
Menurut Ny. Mas Parwata, intervensi aksi sosial di tengah fluktuasi harga bahan pokok ini sangat meringankan beban dapur masyarakat kurang mampu, sekaligus menjadi suplemen penting bagi target pemkab dalam mengentaskan angka tengkes (stunting).
“Penerima manfaat aksi sosial di tiga lokasi hari ini berjumlah total 150 orang. Komposisi penerimanya kami bagi rata dan klasterkan secara selektif, terdiri atas 30 lansia, 30 penyandang disabilitas, 30 balita, 30 ibu hamil (bumil), serta 30 kader PKK yang menjadi penggerak di grassroot,” rinci Ny. Mas Parwata. (Rls-Kab)