KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Aparat gabungan dari kepolisian Polsek Nusa Penida, Basarnas dan BPBD Kabupaten Klungkung mengevakuasi seorang warga yang ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di dalam sumur atau cubang penampungan air.
Jasad korban ditemukan di area Kantor Desa Bunga Mekar, Banjar Pundukaha Kelod, Desa Bunga Mekar, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Senin (25/5/2026) siang.
Korban diketahui bernama I Wayan Lanang (30), seorang warga setempat yang memerlukan perhatian khusus dan dilaporkan sempat dicari oleh pihak keluarga karena tidak berada di rumah sejak Minggu malam.
Kapolsek Nusa Penida, Kompol I Ketut Kesuma Jaya, menyampaikan rasa duka cita mendalam atas musibah tersebut dan mengapresiasi kecepatan respons tim gabungan di lapangan.
“ Proses evakuasi dilakukan dengan penuh kehati-hatian mengingat kondisi lokasi yang cukup terbatas. Kami turut menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban,” ungkapnya.
Peristiwa memilukan ini pertama kali terungkap sekitar pukul 06.00 WITA. Saat itu, salah seorang perangkat desa tengah melaksanakan aktivitas bersih-bersih rutin di lingkungan Kantor Desa Bunga Mekar. langkahnya terhenti saat melihat sepasang sandal dan sebungkus rokok tergeletak tak beruan di dekat bibir sumur kantor desa.
Merasa curiga dengan keberadaan barang-barang tersebut ditambah kondisi air sumur yang tampak berubah dari biasanya, saksi kemudian memanggil beberapa warga sekitar untuk melakukan pengecekan bersama.
Saat lampu senter diarahkan ke dasar sumur penampungan berkedalaman kurang lebih tiga meter dengan volume air sekitar dua meter tersebut, warga terkejut menemukan tubuh korban sudah dalam posisi tenggelam.
Mendapat laporan darurat dari otoritas desa, personel Polsek Nusa Penida langsung meluncur ke lokasi kejadian perkara (TKP) sembari berkoordinasi dengan Basarnas serta BPBD Kabupaten Klungkung guna melakukan penetrasi evakuasi pengangkatan jasad korban.
Selain mengevakuasi korban, pihak kepolisian juga melakukan olah TKP, mengamankan lokasi sekitar sumur, serta memeriksa sejumlah saksi mata guna memastikan kronologi lengkap rangkaian peristiwa tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan dan keterangan pihak medis, korban diduga kuat terpeleset dan terjatuh ke dalam sumur pada dini hari saat situasi sekitar sedang sepi.
Pihak keluarga menyatakan telah menerima insiden ini dengan lapang dada sebagai murni musibah dan menolak dilakukan otopsi lanjutan. Selesai proses evakuasi, jenazah korban langsung diserahkan kepada keluarga untuk dicarikan hari baik (dewasa ayu) guna pelaksanaan upacara penguburan sesuai adat dan tradisi keagamaan setempat. (Sta-Kab).