Ala Ayuning Dewasa 23 Mei 2026: Hari Baik untuk Penyucian Diri dan Memulai Usaha, Tabu Gelar Pernikahan

Tempat melukat di Sebatu, Tegallalang Gianyar. (foto : ig anggasetiawan).

KABARBALI.ID – Penentuan hari baik (dewasa ayu) berdasarkan perhitungan luhur ilmu wariga tetap menjadi pegangan sakral bagi krama Hindu di Bali. Langkah ini diambil untuk menyelaraskan ritme aktivitas manusia dengan getaran energi kosmis demi mencapai kelancaran, keselamatan, dan keberhasilan dalam setiap swadarma yang dijalani.

Berdasarkan fluktuasi energi makrokosmos, tata kala penanggalan Bali pada Sabtu, 23 Mei 2026 menawarkan kombinasi yang sangat kuat untuk aktivitas spiritual, pengembangan diri, dan perputaran roda ekonomi. Namun, hari ini juga membawa peringatan keras berupa larangan (pantangan) mutlak untuk pelaksanaan upacara sakral pernikahan (pawiwahan) maupun ritus kematian (ngaben).

Waktu Tepat untuk Memulai Usaha dan Yoga Semadi

Bagi semeton yang ingin fokus pada ketenangan batin, penyucian diri, ataupun sedang merintis ekspansi bisnis, penanggalan hari ini menyediakan ruang energi positif yang sangat melimpah melalui perpaduan Amerta Danta dan Amerta Gati.

  • Amerta Danta (Alahing Dewasa 2): Membawa vibrasi kesucian yang luar biasa. Sangat baik digunakan untuk melakukan aktivitas spiritual tingkat tinggi seperti tapa, brata, yoga, semadi, melakukan ritual penyucian diri (melukat), serta baik untuk mengawali segala bentuk pekerjaan.

  • Amerta Gati (Alahing Dewasa 2): Menyediakan energi pertumbuhan yang sangat produktif untuk mengawali suatu roda usaha baru (grand opening) maupun sektor agraris berupa bercocok tanam.

  • Dina Jaya (Alahing Dewasa 2): Mengandung unsur keunggulan kompetitif. Waktu yang sangat ideal untuk mulai belajar menari, menuntut ilmu pengetahuan, atau mengasah keahlian baru agar cepat meraih keberhasilan.

  • Kala Matampak (Alahing Dewasa 3) & Pepedan (Alahing Dewasa 3): Kombinasi dua unsur ini menjadi lampu hijau bagi para petani atau penghobi tanaman untuk menanam segala jenis komoditas serta membuka lahan pertanian baru.

Di samping itu, bagi semeton yang bergerak di sektor industri kreatif, hari ini dinaungi oleh Kala Geger (baik untuk memproduksi alat musik tradisional/gamelan, kulkul, kendang, perkakas tenun seperti cagcag) serta Kala Bancaran (baik untuk menempa senjata tradisional, taji, atau pisau penyadap nira).

Awas Sifat Boros! Rem Hasrat Berbelanja dan Hindari Bikin Sumur

Meskipun energi bisnis dan pertanian tergolong moncer, krama diingatkan untuk tetap bijak dalam mengelola keuangan pribadi. Kehadiran unsur Kala Sarang (Alahing Dewasa 3) membawa sifat boros (terapas). Hari ini sangat tidak dianjurkan untuk melakukan aktivitas belanja konsumtif skala besar karena uang cenderung mengalir tanpa kontrol yang jelas.

Selain itu, semeton yang berencana melakukan pembangunan fisik harus cermat. Kehadiran Banyu Urug (Alahing Dewasa 3) memberikan energi baik untuk membuat bendungan atau menimbun tanah, namun menjadi larangan keras jika digunakan untuk membuat sumur baru karena debit airnya dikhawatirkan tidak optimal.

Pantangan Mutlak: Tabu untuk Pawiwahan dan Atiwa-tiwa/Ngaben

Sektor yang mendapat rapor merah paling tegas pada penanggalan 23 Mei 2026 adalah upacara transisi kehidupan (Manusa Yadnya) dan upacara pitra (Pitra Yadnya). Krama Bali diimbau secara mutlak untuk tidak melaksanakan eksekusi pernikahan ataupun pengabuan jenazah karena dihadang oleh barisan unsur kala berikut:

  • Carik Walangati (Alahing Dewasa 3): Memberikan sinyal proteksi keras. Tidak baik atau tabu untuk menggelar pawiwahan/pernikahan, upacara atiwa-tiwa/ngaben, serta mengawali pembangunan konstruksi rumah tinggal.

  • Rangda Tiga (Alahing Dewasa 3) & Kala Tampak (Alahing Dewasa 3): Kedua elemen ini membawa resonansi negatif yang melarang keras pelaksanaan sakramen perkawinan karena dipercaya dapat memicu keretakan atau disharmonisasi rumah tangga di kemudian hari.

  • Purwanin Dina (Alahing Dewasa 4): Menegaskan posisi hari ini yang secara umum tidak direkomendasikan sebagai dewasa ayu untuk ritual-ritual besar keagamaan di atas.

Karakter Hari: Laku Bumi dan Rezeki Tunggak Semi

Ditinjau dari aspek personaliti makro, hari ini dipengaruhi oleh Pararasan Laku Bumi, sebuah pralambang karakter yang tenang, kokoh, mengayomi, dan memiliki daya tampung sabar yang luas laksana bumi.

Karakter mulia tersebut dikawinkan secara apik dengan Pancasuda Tunggak Semi, yang mengindikasikan bahwa rezeki atau keberuntungan dari usaha yang dilakukan pada hari ini diprediksi akan memiliki sifat seperti tunggak pohon yang selalu bersemi kembali. Meski sempat ditebang atau menghadapi tantangan, rezekinya akan terus tumbuh dan berkembang. Sementara dari segi Ekajalaresi berada pada posisi Werdi Putra (berkembangnya keturunan) dengan Pratiti Awidya. (Kab).

kabar Lainnya