Soroti 87 Koperasi Mangkrak di Buleleng, Bupati Sutjidra Tegaskan Pengurus Wajib Berjiwa ‘Entrepreneur’

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra dorong 573 koperasi di Buleleng bertransformasi digital dan bersinergi dengan UMKM pada peringatan HUT Koperasi ke-79.

BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng mendorong gerakan koperasi di wilayahnya untuk melakukan lompatan besar melalui modernisasi tata kelola dan pemanfaatan teknologi digital. Langkah ini dinilai krusial agar koperasi mampu beradaptasi serta menjadi penggerak utama ekonomi kerakyatan berbasis desa.

Hal tersebut ditegaskan oleh Bupati Buleleng, I Nyoman Sutjidra, saat menghadiri Peringatan Hari Koperasi Ke-79 yang dipusatkan di Gedung Sasana Budaya, Singaraja, Jumat (24/7/2026).

Bupati Sutjidra memaparkan bahwa saat ini Kabupaten Buleleng memiliki modal sosial yang sangat besar dengan total 573 unit koperasi. Dari jumlah tersebut, sebanyak 486 koperasi tercatat aktif beroperasi, sementara 87 koperasi sisanya dalam kondisi belum aktif.

“Total 573 koperasi ini merupakan kekuatan besar untuk menggerakkan perekonomian daerah. Bagi 87 koperasi yang belum aktif, kami dorong dan dampingi agar bisa bangkit kembali sehingga dampaknya terasa nyata bagi anggota maupun masyarakat,” ujar Bupati Sutjidra.

Bupati asal Desa Bontihing ini menambahkan, potensi ekosistem koperasi di Buleleng akan makin solid apabila diintegrasikan secara langsung dengan ribuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang tersebar di sembilan kecamatan.

Guna mencapai target tersebut, peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) dan jiwa kewirausahaan (entrepreneurship) pengurus menjadi syarat mutlak.

“Di era digital, pengurus koperasi tidak boleh berjalan dengan cara-cara lama. Harus memiliki jiwa entrepreneur, mampu memetakan potensi lokal, membina anggota, serta memanfaatkan digitalisasi dalam pemasaran produk maupun sistem keuangan agar pelayanan lebih transparan, efektif, dan profesional,” tegas I Nyoman Sutjidra.

80 Persen Koperasi Sudah Adopsi Layanan Digital

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Dewan Koperasi Indonesia Daerah (Dekopinda) Buleleng, Nengah Tenaya, mengungkapkan bahwa gelombang modernisasi telah berjalan di Buleleng. Saat ini, sekitar 80 persen koperasi aktif di Buleleng telah mengadopsi sistem digitalisasi layanan.

Menanggapi kekhawatiran terkait hadirnya Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, Nengah Tenaya memastikan bahwa program dari pemerintah pusat tersebut tidak dirancang untuk menjadi pesaing bagi koperasi yang sudah ada di desa.

“Koperasi Merah Putih hadir sebagai mitra yang saling melengkapi. Jika di desa setempat sudah ada koperasi simpan pinjam (microfinance), maka Koperasi Merah Putih akan diarahkan untuk menggarap sektor riil dan distribusi produk lokal. Prinsip utamanya adalah sinergi agar seluruh gerakan koperasi tumbuh bersama,” pungkas Nengah Tenaya. (Kar-Kab).

kabar Lainnya