Surya Metu Festival, Bupati Klungkung Made Satria Gaungkan Konsep “Green Island”

Bupati Klungkung I Made Satria saat memimpin aksi pelepasliaran tukik di Pesisir Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Nusa Penida, dalam pembukaan Surya Metu Festival Vol. III, Kamis (6/8/2026). (Foto: Dok. Prokopim Pemkab Klungkung / kabarbali.id)

KABARBALI.ID, KABARBALI.ID – Bupati Klungkung, I Made Satria, membuka secara resmi gelaran Surya Metu Festival Vol. III Tahun 2026 di Pesisir Pantai Tanjung Kerambitan, Desa Adat Dalem Setra Batununggul, Kecamatan Nusa Penida, Kamis (6/8/2026).

Festival seni, budaya, dan lingkungan yang berlangsung selama empat hari mulai 6 hingga 9 Agustus 2026 tersebut mengusung tema utama “Sagara Raksha: Perlindungan Laut untuk Kesucian”.

Bupati Satria menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia, krama adat, komunitas seni, pelaku usaha, serta seluruh pihak yang terlibat dalam menyukseskan perhelatan tahunan tersebut.

Ia menegaskan bahwa Kepulauan Nusa Penida bukan sekadar destinasi wisata unggulan, melainkan ruang hidup yang menyatukan keindahan alam, kekayaan budaya, nilai spiritualitas, dan kreativitas masyarakat lokal.

“Surya Metu Festival ini bukan sekadar festival perayaan, melainkan wadah untuk menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kearifan lokal budaya dan seni yang merupakan kekuatan utama kita di Bali,” ujar Bupati Satria, Kamis (6/8/2026).

Lebih lanjut, Bupati Satria mengajak generasi muda Nusa Penida untuk memanfaatkan festival ini sebagai ruang berkarya dan berinovasi. Menurutnya, tema pelestarian laut yang diusung sangat sejalan dengan visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali serta program Pemkab Klungkung untuk mewujudkan Nusa Penida sebagai Green Island.

Bendesa Adat Dalem Setra Batununggul, I Dewa Ketut Anom Astika, menjelaskan bahwa Surya Metu Fest Vol. III dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas elemen, mulai dari masyarakat adat, seniman, komunitas lingkungan, pemerintah, akademisi, hingga pelaku industri pariwisata.

Rangkaian acara diawali dengan aksi konservasi berupa penanaman terumbu karang dan pelepasan tukik yang dipimpin langsung oleh Bupati Klungkung sebagai simbol komitmen menjaga ekosistem bawah laut Nusa Penida.

Selain aksi lingkungan, festival juga dimeriahkan dengan Lomba Baleganjur Ngarap Sebali, Lomba Gebogan, Lomba Tapel Ogoh-Ogoh, serta pameran pemberdayaan UMKM lokal guna memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat pesisir. (Sta-Kab).

kabar Lainnya