Tolak Sistem Instan, Bupati Badung Instruksikan Desa Bikin SSB demi Persiapan ‘Liga Mangupura’

Bupati Adi Arnawa saat menghadiri Turnamen Sepak Bola Usia Dini Spirit Never Give Up Ke-6 di Lapangan Sepak Bola Desa Ungasan, Kuta Selatan, Jumat (29/5).

BADUNG, KABARBALI.ID — Pemerintah Kabupaten Badung meluncurkan strategi jangka panjang dalam memajukan sektor olahraga prestasi sejak usia dini. Bupati Badung, I Wayan Adi Arnawa, mengumumkan rencana penerbitan surat edaran resmi yang mewajibkan seluruh desa dan kelurahan di Kabupaten Badung untuk mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) di wilayah masing-masing.

Instruksi taktis tersebut disampaikan Adi Arnawa saat menghadiri Turnamen Sepak Bola Usia Dini Spirit Never Give Up Ke-6 yang berlangsung di Lapangan Sepak Bola Desa Ungasan, Kecamatan Kuta Selatan, Badung, Jumat (29/5/2026). Langkah ini ditargetkan mulai berjalan serentak pada tahun anggaran mendatang.

“Mulai tahun 2027, saya menginstruksikan seluruh Perbekel (Kepala Desa) se-Kabupaten Badung untuk memasang pos anggaran khusus pada APBDes guna menyiapkan infrastruktur dan pengelolaan SSB di masing-masing desa,” tegas Bupati Adi Arnawa.

Siapkan Regulasi ‘Liga Mangupura’ untuk Potong Jalur Instan

Adi Arnawa memaparkan, pembinaan sepak bola yang ideal harus dilakukan secara berjenjang dan berkesinambungan, mulai dari kelompok Umur (KU) 8, 10, 12, 15, hingga 17 tahun. Pemerintah daerah berkomitmen untuk memotong kompas sistem instan atau pola rekrutmen atlet “cabutan” dari luar daerah menjelang turnamen besar

“Kami ingin mencetak pemain yang matang dari hasil pembinaan mandiri di akar rumput. Dari perputaran kompetisi internal (Liga Mangupura) itulah kita akan menyaring atlet berkualitas untuk mewakili Badung dalam ajang Pekan Olahraga Pelajar (Porjar), Pekan Olahraga Provinsi (Porprov), hingga Pekan Olahraga Nasional (PON),” urai Adi Arnawa.

Sebagai bentuk stimulus nyata terhadap iklim kompetisi usia dini, Pemkab Badung menyerahkan bantuan dana stimulan sebesar Rp30 juta demi mendukung kelancaran turnamen sepak bola anak-anak di wilayah Kuta Selatan tersebut.

Pendanaan Mandiri Melalui Sinergi Desa Dinas dan Adat

Di pihak lain, Ketua Panitia Turnamen, I Made Sumaarjaya, menyampaikan apresiasi mendalam atas komitmen politik kepemudaan yang ditunjukkan oleh Bupati Badung. Sumaarjaya melaporkan bahwa iklim turnamen di wilayahnya sebetulnya sudah berjalan maraton sejak Februari lalu, dimulai dari jenjang kelompok umur remaja.

“Saat ini kompetisi bergeser untuk kelompok umur anak-anak, yaitu KU 8, 10, dan 12 tahun. Seluruh rangkaian kegiatan ini didanai secara mandiri oleh Pemerintah Desa melalui APBDes, serta ditopang penuh oleh Desa Adat Ungasan yang memfasilitasi sarana lapangan olahraga secara gratis,” urai Sumaarjaya. (Gus-Kab).

kabar Lainnya