Wajah Baru Koridor Heritage Gajah Mada Mulai Running Akhir Juli, Target Rampung Sebelum Denpasar Festival

Sentuh 2,3 Kilometer, Proyek Gajah Mada-Hasanuddin Ditarget Rampung Sebelum Denpasar Festival 2026. Foto/irw-Kab

DENPASAR, KABARBALI.ID – Pembangunan dan penataan estetika di pusat Kota Denpasar bersiap memasuki babak baru. Proyek revitalisasi kawasan heritage Jalan Gajah Mada dan sekitarnya dipastikan mulai berjalan fisik (running) pada akhir Juli 2026, menyusul tuntasnya penyempurnaan desain final antara jajaran legislatif, eksekutif, dan rekanan kontraktor.

Uniknya, penentuan awal pengerjaan proyek infrastruktur modern ini sengaja diselaraskan dengan kearifan lokal. Anggota DPRD Kota Denpasar, I Wayan Suadi Putra, mengungkapkan pelaksanaan fisik penataan koridor historis ini sengaja mengambil momentum hari baik (dewasa ayu) keagamaan masyarakat Hindu setempat agar prosesnya berjalan lancar.

“Pengerjaan untuk penataan kawasan Gajah Mada sudah mulai persiapan. Secara hari baik, pengerjaan akan mulai running setelah Buda Keliwan Pegatuakan, tepatnya kisaran tanggal 24 Juli 2026 ini,” jelas Suadi Putra usai rapat kerja evaluasi capaian semester I program infrastruktur PU anggaran 2026, Jumat (17/7/2026).

Proyek penataan wajah kota ini ditargetkan rampung total pada 13 Desember 2026. Penentuan linimasa yang ketat ini dilakukan agar saat perhelatan akbar Denpasar Festival (Denfest) ke-19 digelar pada akhir tahun nanti, wajah estetika kota sudah berubah signifikan tanpa menghilangkan ruh sejarahnya.

Adapun cakupan wilayah pembaruan membentang sepanjang 2,3 kilometer. Zona revitalisasi ini meliputi kawasan Simpang Gajah Mada Barat hingga Patung Caturmuka, Jalan Sumatra, Simpang Suci, Jalan Hasanuddin, hingga kawasan Thamrin. Melalui penataan ini, pusat Kota Denpasar diharapkan mampu tampil lebih rapi, ramah pejalan kaki, namun tetap mempertahankan atmosfer klasik kawasan heritage. (Irw-Kab).

kabar Lainnya