280 Ekor Bebek Warga Desa Sembung Badung Digondol Maling, Kerugian Belasan Juta

kabarbali.id, pencurian bebek badung, desa sembung mengwi, polsek mengwi, rai darmayasa, berita badung, pencurian ternak bali, kriminal badung, Badung,

BADUNG, KABARBALI.ID – Keresahan mendalam tengah melanda para peternak di Desa Sembung, Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung. Ratusan ekor bebek milik warga setempat dilaporkan mendadak raib diduga akibat disatroni komplotan pencuri ternak.

Aksi pencurian yang dilakukan secara bertahap di area persawahan sepi tersebut menyebabkan korban mengalami kerugian materiil hingga belasan juta rupiah.

Kapolsek Mengwi Kompol Anak Agung Gede Rai Darmayasa membenarkan adanya laporan pencurian ternak yang meresahkan masyarakat agraris tersebut. Pihaknya bersama Bhabinkamtibmas dan tim penyidik telah turun langsung ke lokasi kejadian.

“Kami sudah cek dua lokasi sawah di Sembung bareng tim sama Bhabinkamtibmas. Total ada 280 ekor bebek yang hilang dan kerugiannya ditaksir sekitar Rp 18 juta,” ungkap Kompol Rai Darmayasa, Senin (27/7/2026).

Musibah pencurian ini menimpa I Gusti Ketut Wakya (57), seorang peternak lokal yang sehari-hari memelihara sekitar 1.000 ekor bebek di dua titik persawahan wilayah Desa Sembung. Korban baru menyadari jumlah hewan ternaknya berkurang drastis saat melakukan pengecekan berkala pada pertengahan Juli 2026.

“Awalnya korban tahu 200 ekor bebeknya hilang di sawah sebelah barat Setra Desa Adat Sembung pas Sabtu. Terus pas Selasa, dia kaget 80 ekor lagi hilang di lokasi dekat Toko Obat Sari Gundi,” papar Kompol Rai Darmayasa.

Pelaku Paham Peta Lokasi dan Beraksi Malam Hari

Dari hasil olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) serta analisis awal di lapangan, jajaran kepolisian menduga pelaku melancarkan aksinya pada malam hari saat situasi persawahan sedang sepi dan minim pengawasan. Pelaku disinyalir telah menghafal peta lokasi, jumlah ternak, serta ritme aktivitas korban di kandang.

“Pelaku ini sepertinya main malam pas kondisi sepi dan sudah tahu betul situasi di sana. Ada kemungkinan dia orang yang memang paham atau pernah pantau aktivitas kandang korban,” jelas Kapolsek Mengwi.

Guna mengusut tuntas kasus ini, jajaran Polsek Mengwi telah mengumpulkan keterangan awal dari pelapor serta seorang saksi bernama Wayan Marini (46). Tim Opsnal Reskrim Polsek Mengwi saat ini tengah menyisir area sekitar serta berkoordinasi dengan jaringan peternak untuk memburu keberadaan pelaku.

“Laporan sudah kami terima dan olah TKP juga sudah selesai dilakukan. Sekarang anggota Reskrim masih di lapangan buat buru pelakunya,” tegas Kompol Rai Darmayasa.

Pihak kepolisian juga mengimbau para peternak di wilayah Mengwi dan sekitarnya agar meningkatkan kewaspadaan, memberikan pengamanan tambahan pada area kandang terbuka, serta segera melaporkan hal-hal mencurigakan ke aparat desa atau polsek terdekat. (Gus-Kab).

kabar Lainnya