3 Perusda Segera Dipanggil DPRD Bangli, Pertanyakan Kinerja Hingga Kontribusi ke Daerah

Ketua DPRD Kabupaten Bangli I Ketut Suastika. (Foto: kabarbali.id)

BANGLI, KABARBALI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bangli mengagendakan rapat kerja khusus bersama tiga Perusahaan Daerah (Perusda) milik Pemkab Bangli dalam waktu dekat.

Tiga Perusda yang akan dipanggil meliputi PT BPR Bank Daerah Bangli, Perumda Tirta Danu Arta (PDAM Bangli), serta PT Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB).

Ketua DPRD Bangli I Ketut Suastika mengungkapkan, rapat kerja ini sangat penting digelar guna mengukur sejauh mana kinerja, efisiensi operasional, serta realisasi kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari masing-masing Perusda selama ini.

Pihaknya menugaskan Komisi III DPRD Bangli untuk membedah secara mendalam kondisi keuangan dan tata kelola ketiga BUMD tersebut.

“Tentu dewan ingin tahu sejauh mana kinerja dan kontribusi yang telah disetor kepada pemerintah daerah,” tegas I Ketut Suastika, Kamis (10/9/2026).

Capaian Bank Daerah Melampaui Modal, PDAM lan BMB Disorot

Politisi PDI Perjuangan asal Desa Peninjoan, Kecamatan Tembuku tersebut membeberkan bahwa dari ketiga Perusda yang ada, baru BPR Bank Daerah Bangli yang konsisten memberikan kontribusi finansial nyata bagi keuangan daerah.

Bahkan, akumulasi dividen yang disetorkan Bank Daerah Bangli ke kas Pemkab Bangli tercatat telah melebihi total modal awal yang disuntikkan pemerintah daerah.

“Malah di Bank Daerah, jumlah dividen yang disetor ke Pemda melebihi modal setor yang kita berikan,” ungkap Suastika.

Sebaliknya, Perumda Tirta Danu Arta (PDAM) hingga kini tercatat belum menyetorkan dividen. Komisi III dipastikan akan mengevaluasi kendala teknis dan manajerial PDAM agar ke depan dapat beroperasi lebih profesional dan berdaya saing.

BMB Mulai Bangkit, DPRD Dorong Kajian Bisnis Komprehensif

Sementara untuk Perseroda Bhukti Mukti Bhakti (BMB), DPRD Bangli mencatat adanya sinyal pemulihan operasional. Meski demikian, BMB diakui belum mampu menyumbang dividen ke PAD karena pendapatannya masih sebatas memenuhi kebutuhan internal perusahaan.

“BMB juga baru mulai bangkit, sama sekali belum ada setoran. Baru bisanya sebatas untuk menghidupi dirinya saja,” jelaskan Suastika.

DPRD Bangli mendorong jajaran direksi BMB untuk segera menyusun kajian bisnis (business plan) yang terarah guna memperjelas ekspansi usaha di masa depan.

Suastika menegaskan, keberadaan Perusda yang sehat tidak hanya bermanfaat sebagai penopang PAD, melainkan juga berfungsi sebagai penggerak roda ekonomi lokal dan penyerap tenaga kerja bagi masyarakat Bangli. (Sam-Kab).

kabar Lainnya