Ala-Ayuning Dewasa Selasa 28 Juli 2026: Hindari Berbelanja dan Bepergian, Hari Baik Membuka Lahan Pertanian

Kegiatan masyarakat Bali

KABARBALI.ID – Bagi masyarakat Hindu di Bali, perhitungan ala-ayuning dewasa (hari baik dan buruk) berdasarkan takwim kalender Bali/Wariga menjadi acuan penting sebelum memulai berbagai aktivitas harian, baik dalam tatanan keagamaan, sosial, maupun kegiatan ekonomi.

Berdasarkan perhitungan perhitungan Wariga untuk Selasa, 28 Juli 2026, terdapat beberapa perpaduan dewasa yang membawa energi positif (ayu) untuk kegiatan tertentu, namun juga memuat beberapa pantangan (ala) yang perlu diwaspadai.

Berikut ulasan lengkap ala-ayuning dewasa untuk Selasa, 28 Juli 2026:

Aktivitas yang Dianjurkan (Dewasa Ayu)

  1. Pertanian & Peternakan:

    • Hari ini dinaungi oleh Pepedan, yang terbilang sangat baik (dewasa ayu) untuk memulai penataan atau membuka lahan pertanian baru.

    • Pertanda Tunut Masih sangat baik untuk mulai mengajar atau melatih hewan ternak bekerja, serta melakukan prosesi nelusuk (mencocok hidung sapi atau kerbau untuk dipasangi tali pengikat).

  2. Pendidikan & Organisasi:

    • Pertanda Tunut Masih juga memberikan dorongan positif untuk membentuk perkumpulan/organisasi baru, memulai atau membuka tempat perguruan/sekolah, serta melaksanakan upacara melas rare (proses menyapih bayi).

  3. Aktivitas Tradisional:

Aktivitas yang Perlu Dihindari (Dewasa Ala)

  1. Bepergian & Pindah Rumah:

    • Kehadiran Kala Dangu memberi pertanda kurang baik untuk memulai pekerjaan baru, pindah rumah/tempat, maupun melakukan perjalanan jauh.

  2. Transaksi & Keuangan:

    • Kala Sarang mengandung sifat boros atau terapas. Karena itu, masyarakat diimbau untuk lebih bijak mengelola pengeluaran dan menghindari aktivitas belanja yang tidak mendesak.

  3. Pengolahan Logam/Besi:

  4. Upacara/Kegiatan Penting Lainnya:

    • Hari ini dipengaruhi oleh Kala Temah, Panca Prawani, dan Purwani yang secara umum kurang mendukung (tidak baik) untuk dipakai sebagai dewasa ayu dalam tingkatan upacara atau hajatan besar.

Unsur Unsur Penyangga (Pararasan & Pancasuda)

Perhitungan hari ini diimbangi oleh Pararasan: Laku Api, Pancasuda: Wisesa Segara (melambangkan sifat pengampun, wibawa, dan rezeki setinggi samudera), Ekajalaresi: Suka Pinanggih, serta Pratiti: Bhawa.

Pemahaman mengenai ala-ayuning dewasa ini sejatinya merupakan warisan kearifan lokal untuk menuntun masyarakat Bali agar senantiasa bertindak penuh pertimbangan, mawas diri, dan selaras dengan irama alam semesta. (Kab).

kabar Lainnya