

DENPASAR, KABARBALI.ID – Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali kembali menggelar Aksi Sosial “Membina dan Berbagi” yang dipusatkan di dua lokasi di Kota Denpasar, yakni Balai Banjar Bun (Kelurahan Dangin Puri) dan Banjar Kelod (Kelurahan Renon), Senin (7/9/2026).
Kegiatan yang memadukan penguatan kapasitas dengan penyerahan bantuan pangan ini dipimpin langsung oleh Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Ny. Putri Suastini Koster.
Ny. Putri Suastini Koster menegaskan bahwa kader Posyandu merupakan garda terdepan dan pihak yang paling dekat dengan realitas kehidupan warga.
Oleh karena itu, kader memiliki posisi strategis untuk menyerap aspirasi, mengidentifikasi persoalan, hingga menjadi jembatan penghubung antara masyarakat dengan pemerintah.
“Bantuan ini tidak semata-mata dinilai dari bentuk maupun jumlahnya, melainkan wujud perhatian, kepedulian, dan apresiasi kepada kader yang telah meluangkan waktu, tenaga, dan pikiran dalam mendampingi serta memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ny. Putri Suastini Koster.
Dalam arahannya, Ny. Putri Koster menggarisbawahi bahwa fungsi Posyandu saat ini telah bertransformasi secara fundamental. Posyandu tidak lagi hanya berfokus pada layanan kesehatan ibu dan anak, melainkan mencakup enam Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Cakupan enam SPM tersebut meliputi bidang pendidikan; kesehatan; pekerjaan umum; perumahan rakyat; ketenteraman, ketertiban umum, dan perlindungan masyarakat; serta sosial.
Melalui perluasan peran ini, para kader didorong untuk aktif mendata dan mencatat berbagai dinamika di wilayahnya—mulai dari kondisi infrastruktur, kebersihan lingkungan, hingga masalah sosial—untuk diteruskan kepada pemerintah kelurahan agar mendapat penanganan lebih cepat dan tepat.
Pengarah Tim Pembina Posyandu Provinsi Bali, Putu Anom Agustina, menambahkan bahwa penerapan enam SPM membutuhkan kerja kolaboratif seluruh elemen warga di tingkat banjar.
“Membangun banjar atau wilayah menjadi tanggung jawab kita semua. Bukan hanya kesehatan, tetapi juga keamanan lingkungan, kebersihan lingkungan, jalan yang layak, serta permukiman yang sehat. Ini tentu menjadi bagian yang harus dikerjakan bersama,” tegas Putu Anom.
Sementara itu, Ketua Tim Pembina Posyandu Kota Denpasar, Sagung Antari Jaya Negara, membeberkan bahwa Kota Denpasar saat ini memiliki 459 kelompok Posyandu yang tersebar di 27 desa dan kelurahan. Seluruhnya secara berkelanjutan terus dibina agar mampu menerapkan enam SPM secara maksimal.
Pada aksi sosial kali ini, bantuan disalurkan kepada 180 kader Posyandu di dua kelurahan.
Rinciannya, sebanyak 105 kader dari tujuh kelompok Posyandu di Kelurahan Dangin Puri menerima total bantuan 3.150 kg beras, 210 krat (6.300 buit) telur, dan 210 kotak susu. Setiap kader mendapatkan 30 kg beras, 2 krat telur, dan 2 kotak susu.
Sedangkan di Kelurahan Renon, bantuan disalurkan kepada 75 kader dari lima Posyandu dengan total 2.250 kg beras, 150 krat (4.500 butir) telur, dan 150 kotak susu.
Sinergi antara Pemprov Bali, Pemkot Denpasar, hingga tingkat kelurahan ini diharapkan tidak hanya berhenti pada simbolis pemberian bantuan, tetapi benar-benar memperkuat peran kader Posyandu sebagai garda terdepan pelayanan dasar masyarakat Bali. (Rls-Kab).