Awas Kena Sengat ‘Lateng Layar’! BPBD Denpasar Imbau Warga Hindari Berenang di Pantai Segara Ayu

Ubur-ubur botol biru (lateng layar) terdampar di Pantai Segara Ayu, Sanur, Denpasar.

DENPASAR, KABARBALI.ID – Kawanan ubur-ubur jenis blue bottle (botol biru) dilaporkan terdampar di Pesisir Pantai Sanur, Denpasar Selatan. Kemunculan biota laut yang dikenal warga lokal Bali dengan sebutan lateng layar ini dipicu oleh hempasan angin kencang dan arus laut yang membawa mereka hingga ke bibir pantai.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Tim Balawista bergerak cepat mengeluarkan imbauan kewaspadaan bagi warga lokal maupun wisatawan guna meminimalkan risiko sengatan.

Koordinator Balawista Kota Denpasar, I Wayan Dayung, mengonfirmasi fenomena terdamparnya lateng layar tersebut. Kendati demikian, ia meluruskan bahwa ubur-ubur beracun ini tidak menyebar di sepanjang garis pantai Sanur, melainkan terkonsentrasi di titik tertentu.

“Nggih benar, tapi tidak di sepanjang pantai yang ada di Sanur, cuman di Pantai Segara Ayu saja yang terlihat agak banyak. Dia menyebar tapi tidak terlalu banyak, artinya nyepil di antara rumput-rumput laut,” jelas Wayan Dayung saat dikonfirmasi, Senin (27/7/2026).

Merespons potensi bahaya medis akibat sengatan lateng layar, Balawista mengimbau para pengunjung pantai untuk menunda aktivitas berenang atau berendam, senantiasa menggunakan alas kaki saat berjalan di pasir, serta tidak menyentuh atau memainkan ubur-ubur tersebut meski terlihat sudah mati di pesisir.

Apabila pengunjung tidak sengaja tersengat, Dayung meminta warga segera mendatangi pos penjagaan terdekat atau meminta bantuan medis darurat dari petugas BPBD Kota Denpasar.

Fenomena Tahunan Akibat Angin Musim

Lebih lanjut, Dayung menjelaskan bahwa fenomena terdamparnya ubur-ubur botol biru di kawasan Sanur merupakan siklus alami tahunan yang dipengaruhi oleh dinamika cuaca dan dorongan angin kencang.

“Ini memang biasa terjadi karena terbawa arus dan angin. Fenomena ini terpantau sejak pukul 06.00 WITA. Beruntung sampai sore hari ini belum ada laporan korban tersengat. Prediksi kami terdamparnya paling hanya berlangsung sekitar dua hari, seperti tahun-tahun sebelumnya,” bebernya.

Guna memastikan keselamatan pengunjung, personel Balawista Kota Denpasar mengintensifkan patroli menyisir garis pantai, mulai dari Pos Pantai Segara Ayu hingga Pantai Semawang.

“Petugas kami berjaga secara bergantian di pos-pos dan terus berpatroli memberikan imbauan langsung kepada pengunjung pantai guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan,” pungkas Dayung. (Irw-Kab).

kabar Lainnya