Bentengi Generasi Muda ! Wabup Klungkung Tekankan Perarem Anti Narkoba dan Moderasi Beragama

Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra memberikan arahan dalam Seminar FKUB di Taman Yadnya, Desa Sidayu, Kamis (23/4).

KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Wakil Bupati Klungkung, Tjokorda Gde Surya Putra, menekankan pentingnya penguatan peran desa adat dalam menjaga stabilitas sosial dan melindungi generasi muda. Hal tersebut disampaikan saat membuka Seminar Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klungkung di Taman Yadnya, Desa Sidayu, Banjarangkan, Kamis (23/4/2026).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Klungkung ini digelar sebagai rangkaian memperingati Hari Puputan Klungkung ke-118 sekaligus HUT Kota Semarapura ke-34.

Moderasi Beragama sebagai Benteng Intoleransi

Dalam seminar bertajuk “Peran Desa Adat dalam Moderasi Beragama serta Optimalnya Implementasi Perarem Lepas Anti Narkoba”, Wabup Tjok Surya menyatakan bahwa moderasi beragama adalah kebijakan nasional yang krusial di era digital.

“Moderasi beragama adalah konsep keseimbangan. Ini adalah cara pandang dan tindakan yang selalu mengambil posisi di tengah, adil, dan tidak berlebihan. Hal ini penting untuk mencegah infiltrasi intoleransi dan radikalisme yang masif di media sosial,” ujar Wabup Tjok Surya saat membacakan sambutan Bupati Klungkung.

Perarem sebagai Instrumen Perlindungan

Selain isu keagamaan, seminar ini menyoroti efektivitas Perarem Lepas Anti Narkoba di tingkat desa adat. Wabup Tjok Surya mengapresiasi desa-desa adat yang telah memiliki aturan hukum adat tersebut sebagai benteng perlindungan bagi generasi muda.

Menurutnya, perarem bukan sekadar teks aturan, melainkan instrumen nyata untuk memproteksi warga dari pengaruh buruk narkoba dan gaya hidup negatif yang merusak tatanan sosial.

“Saya mengajak seluruh elemen masyarakat untuk mengobarkan kembali semangat Dharmaning Kesatria Mahottama. Ini adalah ruh perjuangan Puputan Klungkung yang harus kita manifestasikan sekarang untuk melawan ancaman ketertiban dan narkoba,” tegasnya.

Melalui seminar ini, Pemkab Klungkung berharap seluruh pemangku kepentingan di desa adat dapat bersinergi mewujudkan masyarakat yang harmonis, sejahtera, dan bersih dari penyalahgunaan narkotika demi masa depan Bumi Serombotan yang lebih baik. (Sta-Kab).

kabar Lainnya