BADUNG, KABARBALI.ID – Tim Penggerak (TP) PKK Provinsi Bali memperluas intervensi pencegahan stunting di tingkat desa melalui penguatan pemenuhan gizi keluarga. Sekretaris I TP PKK Provinsi Bali, Ny. Seniasih Giri Prasta, mengajak masyarakat untuk membiasakan konsumsi ikan sejak dini melalui Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan).
Ajakan tersebut diserukan di sela-sela pelaksanaan Aksi Sosial TP PKK Provinsi Bali bertajuk “Bergerak dan Berbagi” yang menyasar tiga lokasi di Kabupaten Badung, Rabu (10/6/2026). Ketiganya meliputi Wantilan Kantor Desa Ayunan dan Balai Subak Pesedahan Yeh Kilap di Kecamatan Abiansemal, serta Balai Banjar Dauh Peken, Desa Penarungan, Kecamatan Mengwi.
Dalam sasarannya, Ny. Seniasih Giri Prasta menegaskan bahwa komoditas ikan memiliki keunggulan nutrisi tinggi sebagai sumber protein hewani dan asam lemak esensial yang krusial untuk mencegah gangguan tumbuh kembang balita serta mengoptimalkan kecerdasan anak.
“Melalui Gerakan Gemar Makan Ikan, kita ingin meningkatkan kesadaran masyarakat bahwa ikan memiliki kandungan gizi yang sangat tinggi dan bermanfaat bagi kesehatan. Dengan konsumsi ikan yang cukup, kita dapat mendukung terwujudnya generasi Bali yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” tegas Ny. Seniasih Giri Prasta, Rabu (10/6).
Ia menambahkan, figur ibu di dalam rumah tangga memegang peranan strategis sebagai pelopor pembentuk pola konsumsi pangan sehat keluarga dengan menghadirkan variasi menu berbasis ikan yang menarik bagi anak-anak.
Guna memberikan dampak langsung, aksi sosial ini mengintegrasikan edukasi hulu dengan penyaluran stimulus bantuan sosial pangan. TP PKK Bali membagikan 50 paket bantuan kepada kelompok rentan yang terdiri dari balita, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan kader PKK di setiap lokasi. Setiap paketnya memuat 30 kilogram beras, dua krat telur, dan dua kotak susu.
Tak bergerak sendiri, aksi gotong royong ini disokong penuh oleh berbagai dinas dan perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Provinsi Bali yang menyalurkan beragam bantuan stimulan, antara lain:
• Dinas Kelautan dan Perikanan Bali: 50 paket olahan ikan Gemarikan di tiap desa.
• Dinas Sosial, P3A Bali: 10 paket sembako khusus lansia.
• Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Bali: 50 paket telur tambahan serta 1.000 bibit cabai.
• Dinas Kehutanan dan Lingkungan Hidup Bali: 50 bibit pohon produktif (durian, alpukat, dan jambu kristal).
• Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Bali: Bantuan susu khusus ibu hamil dan balita.
• Dinas Kesehatan Bali: Distribusi paket multivitamin penunjang.
Selain pemenuhan gizi, krama yang hadir juga menikmati beragam fasilitas pelayanan publik gratis. Mulai dari pemeriksaan kesehatan umum, skrining Penyakit Tidak Menular (PTM), dan konsultasi dokter spesialis oleh RS Bali Mandara, hingga layanan suntik vaksinasi rabies gratis untuk hewan peliharaan warga.
Aspek kemandirian ekonomi pangan juga disentuh lewat bimbingan teknis pengolahan pangan lokal. Pada sesi ini, kader PKK setempat berkolaborasi dengan Bali Chef Community di bawah fasilitasi Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali untuk mendemonstrasikan cara mengolah ikan menjadi menu sehat yang variatif, ekonomis, dan disukai anak-anak. (Rls-Kab).