KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Musibah tanah longsor melanda kawasan suci di Kabupaten Klungkung. Hujan deras yang mengguyur sejak Minggu (19/1) menyebabkan tebing di Dusun Kawan, Desa Timuhun, Kecamatan Banjarangkan, ambrol. Akibatnya, sejumlah bangunan Pelinggih di Pura Manik Tirta dilaporkan mengalami kerusakan parah.
Merespons kondisi darurat tersebut, Wakil Bupati Klungkung Tjokorda Gde Surya Putra langsung terjun ke lokasi bencana. Didampingi Kalaksa BPBD Klungkung I Putu Widiada, pria yang akrab disapa Tjok Surya ini meninjau langsung skala kerusakan di area suci tersebut.
“Pemerintah daerah akan segera menurunkan tim dari Dinas Pekerjaan Umum (PUPR) untuk melakukan pengecekan mendalam terhadap tingkat kerusakan fisik dan stabilitas struktur tanah di lokasi,” tegas Tjok Surya saat meninjau lokasi, Rabu (21/1/2026).
Cegah Longsor Susulan
Tjok Surya menekankan bahwa penanganan teknis tidak hanya soal memperbaiki bangunan yang rusak, tetapi juga menganalisis kondisi geografis di area pura. Hal ini krusial untuk memastikan keselamatan krama (warga) saat melakukan persembahyangan di kemudian hari.
“Hal ini perlu dilakukan guna mempercepat proses perbaikan Pelinggih dan mencegah terjadinya hal serupa di kemudian hari,” imbuhnya dengan nada reverentif.
Skala Kerusakan Dipetakan
Kepala Pelaksana BPBD Klungkung, I Putu Widiada, menambahkan bahwa material longsor tidak hanya merusak fisik bangunan, tetapi juga menggerus fondasi area pura. Pihaknya bersama tim teknis akan segera memetakan kebutuhan perbaikan agar Pura Manik Tirta bisa kembali digunakan untuk kegiatan keagamaan.
Wabup Tjok Surya mengimbau masyarakat, khususnya krama Desa Timuhun, untuk tetap waspada mengingat curah hujan di wilayah Klungkung masih tergolong tinggi dalam beberapa hari terakhir. (Sta-Kab).