KLUNGKUNG, KABARBALI.ID – Wujud nyata kepedulian serta komitmen menghadirkan pelayanan inklusif di tengah masyarakat, Bupati Klungkung, I Made Satria, turun langsung ke lapangan untuk menyalurkan jaminan sosial,didampingi langsung oleh Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (Sosial P3A) Kabupaten Klungkung, I Gusti Agung Gede Putra Mahajaya.
Menggunakan metode door-to-door atau dari rumah ke rumah, Bupati Satria menyerahkan bantuan sosial berupa alat bantu kursi roda dan paket sembako kepada sejumlah warga yang mengalami lumpuh fisik akibat sakit maupun faktor usia, Selasa (19/5/2026).
Aksi blusukan kemanusiaan ini menyasar dua wilayah kecamatan sekaligus, yakni Kecamatan Klungkung dan Kecamatan Dawan. Dalam menyisir rumah-rumah warga penerima manfaat tersebut.
Bantuan kursi roda baru ini diserahkan secara simbolis kepada empat warga yang kini kehilangan kemampuan mobilitas fisik untuk berjalan, antara lain:
I Putu Agus Juliantara (22 tahun), beralamat di Jalan Kresna Gang I, Lingkungan Pande, Semarapura Klod Kangin.
Wayan Widiana (63 tahun), beralamat di Lingkungan Sangkan Buana, Semarapura Kauh.
I Nengah Mariana (54 tahun), beralamat di Dusun Tengah, Desa Dawan Kelod.
Ni Wayan Simpen (77 tahun), beralamat di Banjar Dinas Kebon, Desa Gunaksa.
Di sela-sela perbincangan hangat dengan para keluarga pemegang mandat bantuan, Bupati I Made Satria menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas kondisi kesehatan yang dialami warganya. Ia berharap, intervensi stimulan dari pemerintah daerah ini bisa memicu semangat sembuh dan mempermudah aktivitas harian mereka.
“Semoga bantuan dari pemerintah daerah ini bisa benar-benar bermanfaat dan sedikit meringankan beban bapak dan ibu sekalian. Ini adalah komitmen mutlak kami di eksekutif untuk memastikan tidak ada satu pun warga Klungkung yang luput dari perhatian dan kehadiran pemerintah,” tutur Bupati Satria.
Tak hanya menyerahkan bantuan fisik, momen turun ke bawah (turba) ini juga dimanfaatkan Bupati Satria untuk mengevaluasi kinerja jajaran birokrasi di tingkat bawah. Ia memberikan instruksi tegas kepada seluruh perbekel (kepala desa) dan lurah di Kabupaten Klungkung untuk lebih proaktif dan rajin menyisir wilayahnya masing-masing.
Bupati menekankan bahwa validasi data kemiskinan dan disabilitas di lapangan tidak boleh dilakukan secara asal-asalan agar program jaminan sosial tepat sasaran tanpa ada riak kecemburuan sosial.
“Untuk aparat desa dan kelurahan, saya minta tolong dicek kembali datanya secara riil. Jika ada warga yang sekiranya membutuhkan kehadiran pemerintah namun belum terdaftar sebagai penerima bantuan sosial, segera catat dan laporkan ke Dinas Sosial Kabupaten Klungkung. Hal ini penting agar bisa segera kami anggarkan dan fasilitasi pemenuhannya secara cepat,” tegas Bupati asal Nusa Penida ini. (Sta-Kab).