Gelar Rapat Paripurna, DPRD Buleleng Simak Nota KUA-PPAS 2027 dan Tanggapan Bupati Atas Ranperda BMD serta LPJ APBD 2025

DPRD Buleleng menggelar Paripurna simak Nota KUA-PPAS 2027 dan jawaban Bupati Nyoman Sutjidra atas Ranperda BMD serta LPJ APBD 2025.

BULELENG, KABARBALI.ID – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Buleleng menggelar Rapat Paripurna dengan dua agenda krusial di Ruang Sidang Utama DPRD Buleleng, Senin (20/7/2026). Agenda rapat mencakup penyampaian Nota Pengantar Bupati atas Rancangan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) TA 2027, serta Tanggapan/Jawaban Bupati atas Pemandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap dua Ranperda (Pengelolaan Barang Milik Daerah dan LPJ APBD 2025).

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, S.M., serta dihadiri jajaran Anggota Dewan, Wakil Bupati Buleleng, Sekda, pimpinan SKPD, serta pemangku kepentingan daerah.

Proyeksi KUA-PPAS 2027: Target Pertumbuhan Ekonomi hingga 5,90 Persen

Dalam nota pengantarnya, Bupati Buleleng dr. I Nyoman Sutjidra, Sp.OG. memaparkan tren positif pertumbuhan ekonomi daerah yang meningkat dari 5,04% (2024) menjadi 5,54% (2025). Pada TA 2027, Pemkab Buleleng membidik pertumbuhan ekonomi di angka 5,40% hingga 5,90%, dengan target menekan kemiskinan menjadi 4,87% dan Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di angka 1,48%.

Struktur KUA-PPAS 2027 yang menganut anggaran berimbang merinci:

• Pendapatan Daerah: Diproyeksikan Rp2,59 Triliun lebih (PAD naik 2,59% menjadi Rp844,8 Miliar).

• Belanja Daerah: Diproyeksikan Rp2,81 Triliun lebih.

• Defisit Anggaran: Sebesar Rp220 Miliar yang ditutupi penuh melalui penerimaan pembiayaan daerah.

Tema pembangunan 2027 difokuskan pada “Peningkatan Sumber Daya Manusia yang Berkualitas, Guna Menopang Kebangkitan Ekonomi dan Kondisi Sosial Masyarakat”.

Jawab Pemandangan Fraksi: Dari Klarifikasi RSUD Giri Emas Hingga Proyek Tugu Singa

Bupati Sutjidra menyampaikan apresiasi atas sinergi DPRD yang membawa Buleleng mempertahankan predikat WTP dari BPK RI sebanyak 12 kali berturut-turut. Menanggapi poin-poin fraksi (PDI Perjuangan, Hanura, Golkar, NasDem, Gerindra, dan Demokrat-PKB), Bupati meluruskan beberapa isu penting:

1. Stok Oksigen RSUD Giri Emas: Menjawab kekhawatiran Fraksi NasDem dan Gerindra, hasil audit mengonfirmasi ketersediaan pasokan oksigen di penampungan pusat (oksigen sentral) saat kejadian dalam kondisi aman, dan Dinkes telah memperketat pembinaan SOP.

2. Penataan Tugu Singa & Gedung Laksmi Graha: Menjawab Fraksi Gerindra, penataan kawasan Titik Nol (Tugu Singa Ambara Raja) didanai BKK Kabupaten Badung sebesar Rp25 Miliar. Sementara pembangunan Gedung Laksmi Graha dan Galeri Singa Ambara Raja senilai Rp15 Miliar dipastikan transparan melalui lelang resmi dengan pendampingan Kejaksaan, Kepolisian, dan probity audit Inspektorat.

3. Aset & Infrastruktur: Pemkab berkomitmen mengoptimalkan aset terbengkalai lewat BUMD/swasta serta menyiapkan alokasi pemeliharaan jalan secara bertahap di tiap kecamatan.

Ketua DPRD Urus Persepsi SiLPA

Ditemui usai paripurna, Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya memberikan catatan meluruskan pandangan keliru terkait Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA). Ia menegaskan SiLPA bukan disengaja untuk menunda penyerapan anggaran, melainkan murni dinamika estimasi dan kendala teknis lapangan seperti gagal tender.

“SiLPA yang besar itu terjadi karena salah dalam memprediksi anggaran. Dalam skema tahunan, kita memakai asumsi pendapatan. Pos anggaran ini nantinya dievaluasi agar program berlanjut di tahun berikutnya,” jelas Ketut Ngurah Arya.

Tahapan selanjutnya, DPRD dan Eksekutif Buleleng akan menggelar rapat kerja intensif guna mematangkan Nota Kesepakatan KUA-PPAS 2027 demi penyusunan RAPBD yang tepat sasaran. (Kar-Kab)

kabar Lainnya