Kembalikan Wajah Kota Tua Singaraja, Penataan Jalan Diponegoro Rampung Desember

Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra (tengah) didampingi Wakil Bupati Gede Supriatna saat berdialog dengan pedagang dan meninjau kondisi trotoar di sepanjang Jalan Diponegoro, Singaraja

BULELENG, KABARBALI.ID – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buleleng terus mematangkan langkah pembenahan wajah Kota Singaraja sebagai kawasan Kota Tua Buleleng.

Setelah menyelesaikan penataan kawasan titik nol, Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra bersama Wakil Bupati Buleleng Gede Supriatna kini menargetkan penataan kawasan Pasar Anyar dan Jalan Diponegoro rampung sepenuhnya pada Desember 2026 mendatang.

Kepastian tersebut disampaikan Bupati Sutjidra saat meninjau langsung kondisi lapangan di Pasar Anyar dan Jalan Diponegoro, Singaraja, Jumat (4/9/2026).

Dalam peninjauan tersebut, jajaran Pemkab Buleleng memetakan sejumlah masalah utama, mulai dari penertiban pedagang yang menggunakan badan jalan, pengaturan sistem parkir, pembenahan trotoar dan drainase, hingga penataan kabel jaringan telekomunikasi yang semrawut.

“Penataan ini merupakan bagian dari upaya mengembalikan wajah kota, kawasan kota tua Buleleng yang dulu dikenal sebagai area Pabean, membentang dari Jalan Diponegoro ini sampai ke Pelabuhan Tua Singaraja,” ujar Sutjidra, Jumat (4/9/2026).

Relokasi Pedagang ke Pasar Banyuasri dan Buka Peluang Wisata Kuliner Sore

Mengenai aktivitas perdagangan di sepanjang Jalan Diponegoro, Sutjidra mengungkapkan bahwa pemerintah daerah sudah menyiapkan lokasi pengganti yang memadai. Para pedagang yang selama ini berjualan di badan jalan akan diarahkan untuk menempati los atau kios di Pasar Banyuasri.

Pihaknya juga menemukan indikasi banyaknya pedagang yang sejatinya telah memiliki kios di dalam pasar, namun memilih berjualan di luar hingga memakan badan jalan dan mengganggu akses masyarakat.

“Pedagang yang masih berjualan di sini sebenarnya sudah kami alokasikan tempat di Pasar Banyuasri. Ternyata banyak yang di luar itu sudah memiliki los kios di dalam, tetapi kiosnya kosong dan mereka memilih memakai badan jalan. Ini yang akan kita tertibkan secara bertahap,” tegasnya.

Selain relokasi pedagang, Pemkab Buleleng bakal meremajakan infrastruktur pendorong seperti drainase dan pedestrian. Sutjidra optimis jaringan drainase yang lancar dan bersih dari bau tidak sedap akan membuka potensi ekonomi baru bagi kawasan tersebut.

“Kalau drainase lancar, pasar tidak akan berbau. Jadi yang kami tata adalah jaringan drainase dan pedestrian. Kalau sudah selesai, nantinya rencana sore-sore kita buka untuk kawasan kuliner,” jelas Sutjidra.

Gandeng Apjatel Rapikan Kabel dan Terjunkan Pengawasan Rutin Satpol PP

Tidak hanya fokus pada infrastruktur fisik dan lapak pedagang, Pemkab Buleleng juga telah berkoordinasi dengan Asosiasi Penyelenggara Jaringan Telekomunikasi (Apjatel) untuk merapikan bentangan kabel udara yang dinilai mengganggu keselamatan dan estetika kota.

Guna memastikan hasil penataan berjalan berkelanjutan, Pemkab Buleleng akan menugaskan personel gabungan dari Dinas Perhubungan, pengelola pasar, dan Satpol PP untuk melakukan pengawasan rutin setiap hari di sepanjang Jalan Diponegoro.

Langkah ini diambil agar pedagang tidak kembali memenuhi badan jalan setelah penertiban dilakukan.

Melalui pembenahan menyeluruh ini, kawasan Pasar Anyar dan Jalan Diponegoro diharapkan mampu tampil sebagai ikon baru Kota Tua Singaraja yang tertib, nyaman, bernilai sejarah, serta ramah bagi pejalan kaki. (Kar-Kab).

kabar Lainnya